
KALTIMPOST.ID - Oktober menjadi bulannya pemuda. Beberapa hari menjelang peringatan Sumpah Pemuda, prestasi besar ditorehkan atlet-atlet muda Indonesia di ajang BWF World Junior Championships (WJC) 2026. Keberhasilan ini menjadi gambaran potensi besar bulu tangkis Indonesia pada masa depan.
Prestasi ganda campuran Indonesia saat ini memang sedang meredup. Namun, pencapaian duet Muhammad Luthfi Habibi/Dian Ramadhani menjadi oase di tengah minimnya prestasi sektor tersebut.
Luthfi/Dian baru saja menorehkan prestasi membanggakan. Ganda binaan PB Djarum itu berhasil meraih gelar juara ganda campuran BWF World Junior Championships (WJC) 2026 atau Kejuaraan Dunia Junior yang berlangsung di Kairo pada 5–17 Oktober lalu.
Luthfi/Dian menjadi kampiun setelah menaklukkan pasangan Tiongkok, Feng Yi Lang/Li Meng Han, dengan skor 17-15, 8-15, 16-14.
Keberhasilan tersebut sekaligus mengakhiri paceklik gelar ganda campuran Indonesia di Kejuaraan Dunia Junior. Wakil Merah Putih terakhir kali naik podium tertinggi melalui duet Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil pada edisi 2018.
Usai prosesi juara, Luthfi tidak bisa menyembunyikan rasa harunya.
"Terima kasih buat suporter, mahasiswa, dan teman-teman yang sudah mendukung saya dari awal hingga akhir. Saya bisa mendapatkan gelar juara dunia junior ini bersama Dian," kata Luthfi seperti dikutip dari situs resmi PBSI.
"Gelar ini terutama untuk pelatih kami. Karena dengan persiapan hanya 2–3 minggu, kami bisa mengambil gelar juara," ujar atlet asal Samarinda yang baru berusia 17 tahun itu.
Dian juga merasakan kebahagiaan serupa. Pebulu tangkis berusia 18 tahun asal Meulaboh, Aceh Barat, tersebut mengungkapkan ketegangan yang dirasakannya sepanjang pertandingan final, terutama ketika memasuki poin-poin kritis.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!





