KALTIMPOST.ID - Aryna Sabalenka terus menunjukkan dominasinya di Amerika Serikat. Setelah menjuarai Indian Wells Open, petenis nomor satu dunia itu kini hanya berjarak satu kemenangan dari pencapaian prestisius: Sunshine Double.
Istilah tersebut merujuk pada keberhasilan menjuarai dua turnamen besar, Indian Wells dan Miami Open, dalam satu musim yang sama—sebuah prestasi langka di dunia tenis.
Sabalenka memastikan tempat di final Miami Open usai tampil impresif pada semifinal, Kamis (27/3). Ia menundukkan petenis peringkat kedua dunia, Elena Rybakina, dengan skor meyakinkan 6-4, 6-3 di Hard Rock Stadium.
Baca Juga: Italia Selangkah ke Piala Dunia, Ujian Berat di Zenica
Kemenangan itu sekaligus menegaskan konsistensi Sabalenka. Ia menjadi petenis pertama yang mampu mencapai final Miami Open secara beruntun sejak Serena Williams pada periode 2013–2015.
Di partai puncak, Sabalenka akan menghadapi wakil tuan rumah, Coco Gauff, pada laga yang dijadwalkan berlangsung Minggu (29/3) dini hari waktu Indonesia.
Jika mampu menang, Sabalenka akan menjadi petenis pertama sejak Iga Swiatek pada 2022 yang sukses mengamankan Sunshine Double.
“Saya merasa melakukan segalanya dengan benar. Secara fisik dan mental, saya berada dalam kondisi terbaik,” ujar Sabalenka, seperti dikutip dari laman resmi WTA.
Ia juga menyadari bahwa menghadapi Gauff bukan perkara mudah. “Melawan Coco di final selalu menjadi tantangan besar. Akan ada reli panjang dan emosi tinggi, tapi saya sangat antusias,” tambahnya.
Baca Juga: Bukan Cuma Menang, Ini Permintaan Khusus Marc Klok Jelang Timnas Indonesia vs Saint Kitts and Nevis
Di sisi lain, performa Gauff musim ini terbilang belum sepenuhnya stabil. Meski sempat menembus semifinal Dubai Tennis Championships, ia tersingkir lebih awal di Indian Wells setelah kalah dari Alexandra Eala di babak 32 besar.
“Saya menganggap ini bagian dari olahraga. Kadang berada di atas, kadang juga di bawah,” kata Gauff, dikutip dari Punto de Break.
Meski demikian, Gauff tetap menjadi ancaman serius. Dari 12 pertemuan sebelumnya, rekor keduanya masih imbang 6-6. Sabalenka unggul dalam kekuatan dan agresivitas, sementara Gauff memiliki kecepatan serta jangkauan lapangan yang luar biasa.
Ditambah dukungan penuh publik Florida, final ini dipastikan berlangsung sengit. (*)
Editor : Ery Supriyadi