KALTIMPOST.ID-Kontingen Indonesia menampilkan kesederhanaan seragam tradisional-modern yang terinspirasi dari Raden Saleh dalam defile saat pembukaan Olimpiade Paris 2024.
Sebagian kalangan menganggap kostum yang ditampilkan lebih ke Jawa alias Jawa sentris. Padahal di Olimpiade sebelumnya, kontingen Indonesia selalu menampilkan keragaman dari budaya Indonesia.
Akun @ochtend dalam unggahannya di X merangkum kostum defile Indonesia dari masa ke masa yang mencerminkan keragaman budaya negara ini, sehingga tidak bisa dikatakan Jawa sentris. Berikut ringkasannya.
- Olimpiade Paris 2024: Busana Jawa
- Olimpiade Tokyo 2020: Busana Bali
- Olimpiade Rio 2016: Pakaian Lampung
- Olimpiade London 2012: Pakaian Jakarta
- Olimpiade Beijing 2008: Busana Melayu Sumatera
- Olimpiade Athena 2004: Jas, Songkok
- Olimpiade Sydney 2000: Busana Bali, Jas, Songkok
- Olimpiade Atlanta 1996: Pakaian Minang/Sumatera,
- Olimpiade Barcelona 1992: Baju Bodo (Sulawesi), Mandailing, Maluku, Rote
Nah, dalam pembukaan Olimpiade 2024, Jumat (26/7) waktu setempat atua Sabtu dini hari Wita (27/7) kontingen Indonesia melakukan defile bersama kontingen India dengan mengarungi sepanjang Sungai Seine menggunakan kapal.
Maharani memimpin dengan membawa bendera Merah Putih, didampingi Chief de Mission (CdM), Anindya Bakrie. Kontingen ini menyusuri sungai sepanjang 6 kilometer tersebut.
Atlet sepeda Bernard Benyamin, bersama dua perenang, Azzahra dan Joe, ikut serta dalam defile meski hujan mengguyur.
Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah Olimpiade Musim Panas, Upacara Pembukaan digelar di luar stadion, menambah kesan unik dan megah pada perhelatan olahraga terbesar di dunia ini.(*)