KALTIMPOST.ID, Menjaga performa selama Ramadan merupakan tantangan tersendiri bagi para atlet profesional.
Terlebih lagi, jika mereka memiliki jadwal kompetisi yang berdekatan dengan bulan puasa. Seperti itulah yang dijalani Iqbal Candra Pratama, pesilat andalan Bumi Etam maupun Indonesia.
Beberapa tahun belakangan tiap Ramadan Iqbal perlu menjaga latihan dan fisik yang seimbang sembari berpuasa, karena mendekati waktu-waktu turnamen.
Namun, diakuinya tahun ini ibadah Ramadan bisa dijalani dengan lebih santai, karena tidak ada event turnamen dalam waktu dekat.
“Kalau untuk sekarang, karena event perlombaan masih jauh, saya hanya jaga kondisi saja. Jadi, Alhamdulillah, tidak ada gangguan sama sekali dengan jadwal puasa. Latihan saya cuma satu sesi sebelum berbuka, sekitar jam 4 sore,” ungkap pria kelahiran 1996, yang karib naik podium satu di turnamen-turnamen bergengsi internasional silat.
Baca Juga: Bayern Munchen Dikalahkan Tim Papan Bawah, tapi Tetap di Puncak Klasemen
Medali emas di Asian Games 2018 dan SEA Games 2023 di Kamboja sudah mejeng di lemarinya. Terakhir, pada pengujung 2024 untuk ketiga kalinya Iqbal mengalungi emas pada event internasional, di World Pencak Silat Championship 2024 di Abu Dhabi.
Atlet silat asal perguruan Tapak Suci itu, kepada Kaltim Post, berbagi tips dan strategi menjaga kondisi tubuh selama bulan puasa.
Dia menjelaskan, meskipun jadwal kompetisi untuk tahun ini tidak terlalu dekat dengan bulan puasa, ia tetap menjaga kebugarannya dengan latihan ringan.
Menurutnya, yang paling penting adalah menjaga intensitas latihan agar tidak menguras tenaga, terutama saat berpuasa.
“Tahun kemarin, jadwal kompetisinya dekat dengan waktu puasa, jadi saya harus melakukan penyesuaian. Dalam latihan, durasinya saya perpendek, tapi intensitasnya tetap sama. Yang penting tidak mengganggu jam puasa dan tubuh tetap fit,” katanya.
Baca Juga: Kenzo Usir Paula Verhoeven? Pengakuan Mengejutkan Ini Bikin Netizen Murka!
Selama puasa banyak cairan tubuh yang hilang, untuk itu penting menjaga hidrasi tubuh, hal ini jadi fokus utama Iqbal.
Menurutnya, pasca berbuka adalah waktu yang paling strategis untuk mengganti cairan tubuh yang hilang selama berpuasa. Iqbal mengungkapkan ia selalu memilih air kelapa untuk menghidrasi tubuhnya setelah berbuka.
“Setelah berbuka, saya wajib minum air kelapa dan makan kurma. Air kelapa itu sangat baik untuk menggantikan cairan yang hilang. Biasanya, saya juga minum minuman yang mengandung elektrolit, terutama kalau latihan lebih berat,” ungkapnya.
Baca Juga: Aulia - Rendi Resmi Maju di PSU Pilkada Kukar, Siap Lanjutkan Kukar Idaman
Selain itu, Iqbal juga berbagi pola makan yang ia terapkan selama bulan puasa. Setelah berbuka dan menjalani ibadah, ia memilih makan berat setelah sholat tarawih sekitar pukul 21.00.
Untuk makanan ia lebih memilih makanan berat seperti nasi, sayur, dan daging-dagingan. Makanan ini diambil sebagai asupan untuk menjaga kekuatan dan daya tahan tubuhnya.
Sementara saat sahur, Iqbal memilih konsumsi buah-buahan seperti kurma, apel, dan pir untuk menjaga stamina selama berpuasa.
Untuk latihan Iqbal lebih mengurangi durasi latihan. Intensitasnya tetap sama tapi durasinya saja yang dipersingkat. “Kalau hari biasa 2 sesi pagi dan sore. Tiap sesinya 2 jam. Di Ramadan ini hanya 1-1,5 jam,” kata dia.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Balikpapan Hari Ini, Minggu 9 Maret 2025
Untuk pola latihan, Iqbal memvariasikannya perhari. Hari pertama untuk kardio, esoknya Teknik, dan lusa untuk gym. Menjaga pola makan, latihan, dan hidrasi yang tepat, menurut Iqbal, adalah kunci utama agar tubuh tetap sehat dan bugar meskipun sedang menjalani puasa.
Tak hanya itu, ia juga memfokuskan pentingnya istirahat yang cukup agar tubuh tidak kelelahan, mengingat rutinitas latihan yang cukup padat.
“Intinya, saya harus bisa menyesuaikan jadwal latihan dan makan dengan ibadah puasa. Kalau tubuh sudah terhidrasi dengan baik dan makanannya bergizi, tubuh bisa lebih maksimal menjalani puasa dan tetap fit,” tutupnya. ***
Editor : Dwi Puspitarini