KALTIMPOST.ID - Euforia jelang SEA Games 2025 mulai terasa. Thailand sebagai tuan rumah tengah mempersiapkan pesta olahraga dua tahunan itu, sementara Indonesia pun ikut membidik target tinggi.
Di balik sorotan terhadap cabang olahraga populer, perhatian publik kini mengarah ke lapangan voli. Bukan hanya tim putra yang selama ini mendominasi, tetapi juga sektor putri yang kerap dinilai belum stabil.
Baca Juga: Usung Target Tinggi, Tim Sepak Bola Popnas Kaltim Berharap TC Lebih Lama
Ekspektasi besar muncul seiring kebutuhan akan regenerasi pemain. Dukungan penuh juga diharapkan mampu mendorong semangat skuad Merah Putih di ajang internasional nanti.
Namun, perjalanan menuju podium tidaklah mudah. Catatan terakhir menunjukkan tim voli putri Indonesia belum tampil meyakinkan.
Tim asuhan PBVSI itu hanya menjadi juru kunci dalam dua putaran SEA V League 2025 di Thailand dan Vietnam. Berbanding terbalik dengan tim putra yang justru keluar sebagai juara umum sekaligus mengukir hat-trick emas di tiga edisi SEA Games terakhir.
Meski begitu, Wakabidbinpres PP PBVSI, Loudry Maspaitella, tetap optimistis. Ia menegaskan bahwa keberangkatan tim putri ke SEA Games 2025 tetap penting, sekalipun peluang medali terbilang tipis. “Apapun kans-nya, tipis atau tidak ada sama sekali, proses regenerasi tidak boleh berhenti,” ujarnya.
Baca Juga: Kenapa Megawati Belum ke Turki? Ini Jawaban Jujurnya
Menurut Loudry, absennya tim putri justru akan menghambat reformasi pemain. “Kalau baru mulai di 2026 atau 2027, itu telat banget. Setidaknya kita sudah start sejak 2025,” katanya. Ia juga menyarankan agar pemain muda dikombinasikan dengan sejumlah pemain senior untuk menjaga keseimbangan skuad. (*)
Editor : Ery Supriyadi