KALTIMPOST.ID - Chemistry yang terjalin antara Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen kembali membuahkan hasil manis. Dua kali berduet di turnamen WTA tahun ini, keduanya selalu pulang dengan gelar juara.
Setelah sukses di WTA 125 Suzhou Open awal Oktober lalu, pasangan ganda putri Indonesia itu kembali naik podium di WTA 250 Chennai Open, Minggu (2/11/2025). Kemenangan ini menjadi penutup sempurna bagi musim kompetitif mereka.
Baca Juga: Hasanuddin Mas’ud Berpeluang Jadi Ketua TI Kaltim Secara Aklamasi
Namun, bagi Aldila, gelar di Chennai terasa istimewa. Sebab, itu merupakan gelar WTA Tour pertamanya dalam 21 bulan terakhir, setelah terakhir kali juara bersama Miyu Kato di Hua Hin Championship, Thailand, Februari 2024.
Di balik kemenangan itu, Aldila mengungkap kunci keberhasilan mereka adalah kekompakan dan kedekatan di luar lapangan.
“Memang kami sudah dekat cukup lama, jadi di lapangan kami punya energi yang saling mendukung,” ujar petenis berusia 30 tahun itu kepada Jawa Pos. “Bermain dengan Janice selalu menyenangkan, karena kami punya tujuan yang sama.”
Namun, kabar mengejutkan datang dari keduanya. Meski sedang di puncak performa, Aldila dan Janice belum akan kembali berduet di awal musim depan.
Menjelang Australian Open 2026, keduanya telah memiliki pasangan masing-masing. “Aku sudah set dengan Giuliana Olmos sejak bulan lalu, dan Janice juga sudah punya partner di Australian Open,” jelas Aldila.
Meski begitu, ia tak menutup peluang untuk kembali berduet di masa depan. “Kalau ada kesempatan lagi, pasti kami akan coba main bareng,” tambahnya.
Baca Juga: Nadeo Argawinata Bikin Kejutan, Duet Bareng Guyon Waton di Lagu “Cedera Serius”
Sepanjang tahun ini, Aldila telah enam kali berpasangan dengan Olmos. Duet tersebut sempat melaju hingga final di Guadalajara Open, sebelum kemudian harus tersingkir lebih awal di Korea Open, Japan Open, dan Pan Pacific Open.
Dengan dua gelar bersama Janice di tahun yang sama, Aldila menunjukkan bahwa chemistry dan kepercayaan diri bisa menjadi senjata paling ampuh di lapangan — bahkan lebih tajam dari servis keras dan smash mematikan. (*)
Editor : Ery Supriyadi