KALTIMPOST.ID - Cucu Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Kai Trump, menarik perhatian publik setelah tampil pada debut profesionalnya di LPGA Tour. Partisipasinya di turnamen the Annika di Florida langsung menyedot sorotan, terutama karena statusnya sebagai peserta termuda.
Sayangnya, hasil pertandingan mengungkap kenyataan yang tidak seindah ekspektasi. Kai harus puas finis di posisi paling buncit pada Kamis (13/11) waktu setempat.
Baca Juga: Pendaftaran Calon Ketua KONI Balikpapan Dibuka, Ini Syarat Bagi Kandidat...
Ia tertinggal empat pukulan dari pesaing terdekatnya, Benedetta Moresco, dan terpaut jauh—19 pukulan—dari pemuncak klasemen, Haeran Ryu, yang mencatat enam di bawah par.
Meski begitu, Kai bersikap terbuka soal debutnya. “Sepanjang waktu, tanpa diragukan lagi, saya merasa gugup,” ujarnya kepada BBC. Ia menilai penampilannya cukup baik untuk seorang debutan, terlebih dirinya menjadi pegolf termuda di antara peserta lain.
“Saya sangat menikmati pengalaman ini,” tambahnya.
Perbandingan usia terlihat mencolok. Moresco yang berada satu tingkat di atasnya menempati peringkat 107 dunia, sedangkan Ryu berada di posisi teratas klasemen sementara. Keduanya sama-sama berusia 24 tahun, enam tahun lebih tua dari Kai.
Baca Juga: Daftar Momen Kunci Rizky Ridho, Declan Rice dan Lamine Yamal Masuk Kandidat Puskas Award 2025
Di luar performa lapangan, kehadiran Kai membawa harapan baru bagi penyelenggara tur. Dengan lebih dari enam juta pengikut media sosial, ia diprediksi bisa menarik audiens segar ke dunia golf. “Terutama di kalangan penggemar yang lebih muda,” ujar Kepala Bisnis dan Operasi Tur LPGA Ricki Lasky pada Oktober lalu dikutip dari The Guardian. (*)
Editor : Ery Supriyadi