KALTIMPOST.ID - Kerja sama panjang seorang bintang olahraga dengan merek besar tak selalu berakhir sesuai dugaan. Begitu pula ketika ikon NBA, Stephen Curry, membuat keputusan mengejutkan yang langsung menyita perhatian pecinta basket dan industri apparel global.
Pada pertengahan pemberitaan, konfirmasi datang langsung dari Under Armour. Mereka mengumumkan bahwa kerja sama 12 tahun dengan Curry resmi berakhir pada Kamis (13/11/2025).
Baca Juga: Portugal Terjegal di Dublin: Laga Tanpa Ronaldo Jadi Pembuktian Sesungguhnya
Keputusan tersebut menandai berakhirnya kemitraan yang selama lebih dari satu dekade menghasilkan berbagai lini produk populer, termasuk Curry Brand.
Meski berpisah, Curry Brand tetap bisa melangkah bebas mencari mitra baru. Di sisi lain, Under Armour masih akan merilis Curry 13 sebagai koleksi penutup pada Februari 2026.
“Kami sangat beruntung bisa bekerja sama dengan Stephen, yang bukan hanya sekadar duta, tetapi juga pemimpin bisnis yang visioner sebagai presiden Curry Brand,” ujar CEO Under Armour Kevin Plank dalam rilis resmi yang dikutip The Athletic.
Keputusan Curry meninggalkan Under Armour mengingatkan publik pada langkah besarnya tahun 2013, ketika ia pindah dari Nike — langkah yang sempat menjadi kejutan besar di NBA.
Baca Juga: Jorji Bangkit dan Rebut Tiket Semifinal Kumamoto
Sebagai bagian dari perpanjangan kontrak pada 2023, Curry sempat menerima 8,8 juta saham Under Armour, yang kala itu bernilai USD 75 juta. Kini, masa depan Curry Brand memasuki fase baru yang diyakini akan memantik persaingan ketat antarperusahaan apparel global. (*)
Editor : Ery Supriyadi