KALTIMPOST.ID - Sebuah cerita unik mewarnai penutupan MotoGP 2025. Marco Bezzecchi bukan hanya meraih kemenangan di seri pamungkas, tetapi juga memastikan satu hadiah spesial yang sudah ia incar sejak awal musim.
Hadiah itu bukan trofi atau bonus besar, melainkan satu unit Aprilia RS-GP25, motor balap yang menemaninya sepanjang musim.
Di pertengahan musim, Bezzecchi sempat bercanda kepada CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, bahwa ia ingin membawa pulang RS-GP25 jika berhasil meraih tiga kemenangan. Candaan itu berubah menjadi tantangan nyata saat ia mencatat kemenangan beruntun.
Baca Juga: Dari Berau ke Buriram, Sabian Fathul Ilmi Debut di APAC 2025
Bezzecchi memastikan kemenangan ketiganya di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Minggu (16/11/2025). Sebelumnya ia lebih dulu naik podium tertinggi di Portimao pekan lalu dan Silverstone pada Mei.
Dalam perayaan kemenangannya, Bezzecchi melakukan selebrasi unik: berlutut di depan motornya seperti melamar seseorang. “Akhir-akhir ini banyak yang menikah, jadi saya sekalian ikut. Saya tanya dulu, ‘mau nggak nikah sama saya?’ Untungnya motornya bilang iya,” ujarnya sambil tertawa, dikutip dari Crash.
Bagi Bezzecchi, kemenangan tersebut memiliki makna personal lebih besar dari sekadar podium.
Menurutnya, ia benar-benar mendapatkan motor itu karena taruhan yang ia buat sendiri. “Saya bilang ke Massimo: kalau saya menang tiga kali, motor ini boleh saya bawa pulang,” jelas lulusan VR46 Academy itu.
Bezzecchi bahkan sudah menyiapkan tempat khusus di rumahnya. “Bukan di kamar tidurku, tapi di ruang tamu. Aku kosongkan area besar itu sepanjang musim. Nanti motor ini jadi hal pertama yang kulihat setiap kali masuk rumah,” katanya.
Pada balapan di Valencia, Bezzecchi tampil dominan sejak start dari pole position. Ia sempat mendapat tekanan dari Raul Fernandez (Trackhouse Aprilia) di lap-lap akhir, namun tetap stabil hingga garis finis.
Baca Juga: Gibran Pembalap Tim Balikpapan Borong Podium Final Motoprix
Dua kemenangan beruntun di dua seri terakhir mengunci posisinya di peringkat ketiga klasemen akhir MotoGP 2025.
“Akhir musim ini luar biasa. Sejak Assen, kami selalu kompetitif. Tapi awal musim memang berat,” ujar Bezzecchi kepada GPOne. “Di 2026 kami harus start lebih kuat. Semua tim bekerja keras, dan kami tidak boleh tertinggal," kuncinya. (*)
Editor : Ery Supriyadi