Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Peluang Juara Dunia F1 2025 Mengerucut: Qatar Bikin Persaingan Norris–Piastri–Verstappen Makin Liar Jelang Balapan di Abu Dhabi

Ery Supriyadi • Senin, 1 Desember 2025 | 19:14 WIB

Max Verstappen merayakan kemenangan di GP Qatar 2025 di Sirkuit Lusail, Senin (1/2) dini hari Wita.
Max Verstappen merayakan kemenangan di GP Qatar 2025 di Sirkuit Lusail, Senin (1/2) dini hari Wita.

KALTIMPOST.ID - Persaingan gelar juara dunia Formula 1 2025 memasuki titik paling krusial. Balapan terakhir di Abu Dhabi akhir pekan ini akan menjadi penentu setelah hasil tak terduga terjadi di Qatar.

Ketegangan mulai terasa sejak McLaren gagal mengamankan kemenangan yang sudah di depan mata. Balapan yang ideal bagi tim oranye berubah menjadi titik balik kejuaraan setelah strategi mereka justru membuka jalan bagi Max Verstappen untuk mengambil alih keadaan.

Baca Juga: Keputusan Mengejutkan SEA Games Bikin Jalan Indonesia Makin Terbuka

Lando Norris finis keempat pada Grand Prix Qatar, Senin (1/12) dini hari Wita. Ia berada tepat di belakang dua rival utamanya: Verstappen yang tampil sebagai pemenang, dan Oscar Piastri yang menutup podium dengan finis kedua. Meski kans juara bagi Norris dan Piastri masih terbuka, keduanya sepakat hasil di Lusail sangat mengecewakan.

McLaren sejatinya berada dalam posisi terbaik untuk menyapu bersih poin. Piastri tampil dominan sejak kualifikasi, memenangi sprint, dan memimpin balapan utama. Namun keputusan tidak melakukan pit stop saat safety car muncul pada awal lomba menjadi awal dari keruntuhan strategi mereka. Verstappen mencuri posisi terdepan dan tak terkejar hingga finis.

“Jelas, kami tidak melakukan dengan benar hari ini. Sangat disayangkan karena seluruh akhir pekan berjalan sangat baik,” ucap Piastri dalam konferensi pers dikutip dari laman resmi F1. “Di Las Vegas saya kehilangan P4, tapi ini mungkin lebih menyakitkan,” keluhnya.

CEO McLaren, Zak Brown, mengakui kesalahan itu fatal. “Kami jelas membuat kesalahan besar,” ujarnya kepada Sky Germany. “Yang bisa kami lakukan hanya belajar. Kami harus bangkit di Abu Dhabi dan bertarung habis-habisan.”

Norris sendiri nyaris finis kelima. Dua lap menjelang garis akhir, pebalap Mercedes, Kimi Antonelli, melebar setelah kehilangan kendali. Norris memanfaatkan situasi itu untuk menyalip rookie 19 tahun tersebut dan mengamankan posisi keempat—dua poin yang sangat krusial karena kini ia hanya unggul 12 poin dari Verstappen dan 16 poin dari Piastri.

Manuver Antonelli memicu tudingan keras dari penasihat Red Bull, Helmut Marko. Ia menuduh pebalap muda Mercedes itu sengaja memberi jalan kepada Norris. “Dua kali dia melambaikan tangan ke Lando. Itu jelas,” ujar Marko kepada Motorsport. “Antonelli sekarang membantu pesaing utama kami. Di Austria dia juga menabrak Verstappen dari belakang.”

Baca Juga: Balikpapan Siapkan Kejutan, Tim Efootball Bidik Emas BK Porprov

Komentar itu langsung dibantah tegas oleh bos Mercedes, Toto Wolff. “Semoga Tuhan memberkatinya, Helmut. Itu benar-benar omong kosong yang bahkan membuat saya heran hanya mendengarnya,” ujarnya. “Kami berjuang untuk posisi kedua konstruktor. Seberapa kurang akal sehatnya seseorang untuk menuduh seperti itu?”

Sementara itu, kemenangan di Qatar membuat Verstappen memperkecil jarak dari Norris, dari 24 menjadi 12 poin. Juara dunia empat kali itu mengaku antusias menyambut balapan pamungkas. “Saya senang bisa datang ke sana dan mencoba menang. Tapi, seperti sebelumnya, kami juga harus realistis,” ujar Verstappen.

Pertarungan menuju Abu Dhabi kini menjadi panggung terakhir yang menentukan segalanya. Balapan satu ini akan memutuskan siapa yang pulang membawa mahkota dunia F1 2025. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#max verstappen #F1 2025 #GP Qatar 2025 #lando norris #abu dhabi #mclaren #Oscar Piastri