KALTIMPOST.ID - Atmosfer optimisme mulai menguat di kubu tenis meja Indonesia menjelang hajatan olahraga terbesar se-Asia Tenggara tahun depan. Persiapan panjang yang kini ditempuh menjadi pijakan penting untuk memulihkan prestasi yang sempat meredup.
Pada SEA Games Kamboja 2023, Indonesia pulang dengan tangan hampa. Catatan itu menjadi evaluasi keras, terutama melihat dominasi Singapura yang menyapu empat emas serta Thailand yang mengunci dua emas.
Baca Juga: Nomor Baru di SEA Games 2025 Bikin Pusing, GM Susanto Ungkap Target Sebenarnya
Kini situasinya berbeda. Indonesia mengirim 10 atlet—lima putra dan lima putri—untuk bertarung di tujuh nomor. Mulai tunggal, ganda, ganda campuran, hingga beregu putra-putri.
Di sesi temu media di The Tribrata Darmawangsa Jakarta, Rabu (3/12), Ketua IPL Petrus Reinhard Golose menyebut persiapan kali ini jauh lebih matang. Baik lewat pelatihan intensif di dalam negeri maupun pemusatan latihan di luar negeri seperti Tiongkok.
“Mereka ikut liga lokal, juga mengikuti program training yang kami siapkan,” ujarnya memberi gambaran perkembangan para atlet.
Optimisme itu diperkuat laporan para pelatih. Menurut Petrus, peluang Indonesia untuk kembali naik podium cukup besar. “Saya yakin kami bisa survival,” tuturnya. “Kami bisa kembali muncul dan bangkit di Asia Tenggara.”
Targetnya jelas: emas harus kembali ke pelukan Merah Putih. (*)
Editor : Ery Supriyadi