KALTIMPOST.ID - Persaingan gelar Formula 1 memasuki babak akhir. Musim panjang yang penuh kejutan itu kini mengerucut pada satu titik: balapan pamungkas di Sirkuit Yas Marina akhir pekan nanti. Tiga pebalap dengan performa impresif sepanjang musim bersiap memastikan nasib mereka di putaran terakhir.
Keunggulan tipis di klasemen membuat kesempatan terbuka bagi siapa pun dari tiga kandidat juara tersebut.
Lando Norris, Oscar Piastri, dan Max Verstappen sama-sama masih memiliki peluang menjadi kampiun dunia. Namun, Norris menjadi kandidat terkuat. Pebalap McLaren itu menang di Abu Dhabi tahun lalu dan kini memimpin klasemen dengan 408 poin. Dengan modal tersebut, finis podium sudah cukup untuk mengamankan gelar pertamanya.
Meski demikian, dua hasil buruk di Qatar dan Las Vegas menjadi peringatan bagi Norris. McLaren memang tampil dominan musim ini, tetapi tanpa strategi tim yang tepat, podium tetap bisa melayang begitu saja.
Di sisi lain, Verstappen membawa sejarah manis di Abu Dhabi. Sirkuit itu menjadi saksi drama besar 2021 ketika ia meraih gelar dunia pertamanya setelah menyalip Lewis Hamilton di lap terakhir usai keluarnya safety car kontroversial. Momen itu terus membayangi rival-rivalnya setiap kali kembali ke trek ini.
Performa Verstappen menjelang akhir musim pun tak bisa diremehkan. Dari tertinggal 104 poin di Belanda pada Agustus, ia kini hanya terpaut 12 poin dari Norris. Sang juara dunia empat kali juga sempat melontarkan psywar di Qatar.
“Kami masih bisa berjuang karena kegagalan pihak lain, bukan hanya karena apa yang kami lakukan,” ujarnya dikutip The Athletic. Ia menegaskan bahwa bila Red Bull berada di posisi dominan seperti McLaren, “kejuaraan pasti sudah selesai sejak lama”.
Team principal Red Bull, Laurent Mekies, menguatkan pandangan itu. Menurutnya, para pesaing Verstappen tahu bahwa sang pebalap “hampir tidak pernah berbuat salah”.
Sementara itu, Piastri menghadapi tantangan paling berat. Selain tertinggal 16 poin, ia harus melewatkan FP1 karena McLaren memberi kesempatan kepada pebalap junior Pato O’Ward. Speedweek menyebut, keputusan itu berpotensi membuat Piastri kehilangan waktu penting untuk menyetel mobil.
Baca Juga: Kawal Tata Kelola Keuangan KONI 2025, Kejati Kaltim Lakukan Monev Rutin
Tekanan internal McLaren juga meningkat. Sky Sports melaporkan bahwa tim kembali membuka diskusi kemungkinan team order jelang balapan.
“Sebelum Abu Dhabi akan ada pembicaraan lanjutan dengan Lando dan Oscar. Jika ada pebalap yang siap mengejar gelar, kami pasti menghormatinya,” kata Kepala Tim McLaren, Andrea Stella.
Dengan segala dinamika ini, Abu Dhabi bersiap menjadi panggung penentuan paling dramatis dalam beberapa tahun terakhir. Tiga pebalap, satu trofi, dan hanya 58 lap yang menjadi pembeda. (*)
Editor : Ery Supriyadi