KALTIMPOST.ID, Nama Fernando Martín Carreras kini menjadi perbincangan hangat di dunia internasional.
Namun, bukan karena taktik jeniusnya di pinggir lapangan, melainkan karena kepergiannya yang begitu mendadak dalam tragedi tenggelamnya KM Putri Sakinah di Labuan Bajo, NTT, Jumat (26/12/2025).
Di balik kabar duka yang menyelimuti perairan Indonesia, tersimpan kisah inspiratif tentang seorang pria yang mengabdikan seluruh hidupnya untuk si kulit bundar.
Baca Juga: Bibit Siklon 96S Menghantui Libur Nataru, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem hingga Akhir Tahun
Mantan Bek Tangguh dengan Ratusan Laga
Lahir di Valencia pada 27 Agustus 1981, Fernando Martín adalah sosok yang tidak asing bagi penggemar sepak bola di kasta bawah Spanyol.
Sebagai pemain, ia dikenal sebagai bek tengah yang sulit ditembus dengan tinggi badan 184 cm.
Dilansir dari situs BDFutbol, ia telah mencatatkan total 243 pertandingan profesional. Kariernya dimulai di Benidorm CF (2005) dan terus melanglang buana ke klub-klub seperti Cultural Leonesa, Alcoyano, hingga FC Cartagena.
Puncak kejayaannya sebagai pemain terjadi saat ia mengangkat trofi juara Divisi Segunda B bersama Alcoyano pada musim 2008-2009.
Baca Juga: Bukan Cuma Soal Skill, Momen Ini yang Selamatkan Muka Juventus di Markas Pisa!
Sang Mentor yang Rendah Hati
Setelah memutuskan pensiun di Paterna CF pada tahun 2016, Fernando tidak bisa jauh dari sepak bola.
Ia memilih jalur kepelatihan di Akademi Valencia CF, tempat ia menanamkan nilai-nilai kedisiplinan kepada para talenta muda.
Kesabarannya dalam membina pemain muda membuatnya dipercaya menjabat sebagai pelatih kepala Valencia CF Femenino B (tim putri) untuk musim 2025-2026. Di mata rekan-rekannya, Fernando adalah sosok yang luar biasa.
“Fernando adalah pelatih yang selalu menempatkan kepentingan tim di atas segalanya. Kehilangannya adalah pukulan besar bagi kami,” ujar salah satu kolega di Akademi Valencia CF.
Baca Juga: Janur Ireng: Prekuel Sewu Dino yang Membuka Tabir Keluarga Terkutuk Paling Ditakuti di Jawa
Liburan Natal yang Menjadi Perpisahan
Tujuan Fernando ke Indonesia sebenarnya sangat mulia: merayakan Natal bersama keluarga tercinta.
Sayangnya, gelombang tinggi lebih dari 2 meter di Selat Pulau Padar mengubah segalanya. KM Putri Sakinah yang ia tumpangi mengalami mati mesin hingga terbalik.
Fernando dan tiga anaknya (dua laki-laki dan satu perempuan) tidak terselamatkan. Sementara itu, istrinya, Andrea, dan putrinya yang berusia tujuh tahun, Mar Martinez Ortuno, berhasil bertahan hidup dalam musibah tersebut.
Duka ini begitu dalam hingga klub-klub besar seperti Real Madrid dan otoritas LaLiga memberikan penghormatan khusus. Valencia CF sendiri secara resmi menyatakan belasungkawa mereka:
“Valencia CF sangat berduka atas meninggalnya Fernando Martín dan tiga anaknya dalam kecelakaan perahu tragis di Indonesia. Klub menyampaikan dukungan penuh kepada keluarga, teman, dan kolega beliau,” tulis akun resmi klub. ***
Editor : Dwi Puspitarini