Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Alan Budikusuma Soroti Regenerasi Tunggal Putra PBSI, Nama Alwi Farhan Mencuat

Ery Supriyadi • Sabtu, 31 Januari 2026 | 09:04 WIB

Legenda bulu tangkis Indonesia, Alan Budikusuma.
Legenda bulu tangkis Indonesia, Alan Budikusuma.

KALTIMPOST.ID - Alan Budikusuma mengapresiasi proses regenerasi tunggal putra di Pelatnas PBSI. Penilaian positif itu muncul seiring hadirnya dua pemain muda, Alwi Farhan dan Moh Zaki Ubaidillah.

Menurut Alan, kemunculan Alwi menjadi sinyal baik bagi masa depan tunggal putra Indonesia. Ia menilai performa Alwi cukup stabil di level internasional.

“Saya melihat ada hal yang baik, khususnya Alwi. Prestasinya cukup stabil, level 500 sudah juara. Saya harap dia bisa menggantikan Ginting,” ujar Alan saat ditemui usai Grand Opening ASNA Academy di Revo Mall Bekasi, Jumat (30/1/2026).

Baca Juga: Menjaga Tradisi Juara di Tengah Tantangan Fiskal Kaltim

Peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 itu juga menyebut Alwi dan Ubaidillah, yang akrab disapa Ubed, sebagai pemain masa depan Indonesia.

“Kami melihat ini sebagai hal yang positif. Setidaknya ada bibit. Tidak mudah mencari bibit. Walaupun pembinaannya luar biasa, mendapatkan satu pemain saja sudah bagus,” ungkapnya.

Alan menilai tantangan atlet saat ini jauh berbeda dibandingkan eranya dulu. Perkembangan media sosial dan arus informasi yang masif menjadi faktor yang tak terpisahkan dari kehidupan atlet modern.

Baca Juga: Jamie Vardy Tak Tertarik Jadi Pelatih? Pengakuan Istri Bikin Publik Kaget

Karena itu, ia menekankan pentingnya karakter sebagai fondasi utama. Menurutnya, karakter menjadi faktor penentu bagi seorang atlet untuk berkembang dan bertahan di level tertinggi.

“Karakter itu nomor satu. Nomor dua motivasi sebagai atlet. Karakter itu segalanya, karena akan membentuk sikap rendah hati dan kerja keras,” jelasnya.

Ia pun menilai atlet masa kini dituntut lebih profesional dalam menyikapi perkembangan teknologi. Gadget dan internet tak bisa dihindari, namun profesionalitas tetap harus dijaga.

Baca Juga: Klopp Kembali ke Anfield! Peran Baru Bareng Liverpool Legends Bikin Penasaran

“Yang paling penting adalah profesionalitas itu sendiri,” tambahnya.

Di sisi lain, Alan mengingatkan bahwa persaingan bulu tangkis dunia semakin ketat. Banyak negara mengalami perkembangan pesat, terutama di sektor tunggal putra.

Selain Denmark yang sudah lama memiliki tradisi kuat, Prancis kini muncul sebagai kekuatan baru. Dua tunggal putra mereka, Christo Popov dan Alex Lanier, bahkan sudah menembus peringkat sepuluh besar dunia BWF.

Baca Juga: Update Pengakuan Masyarakat Hukum Adat di Kaltim: 9 MHA Resmi Ditetapkan, 53 Komunitas dalam Proses

“Negara lain juga punya potensi untuk mengejar kita. Ini yang membuat atlet Indonesia memiliki tantangan tersendiri,” tutup Alan. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#tunggal putra #pbsi #Moh Zaki Ubaidillah #alwi farhan #alan budikusuma