KALTIMPOST.ID, MIAMI – Cuaca ekstrem diprediksi menjadi tantangan utama dalam ajang Grand Prix Miami akhir pekan ini. Berdasarkan prakiraan dari AccuWeather yang menjadi rujukan banyak tim, peluang hujan saat balapan pada Minggu (3/5) mencapai 88 persen. Sementara itu, potensi badai petir berada di angka 53 persen.
Angka kemungkinan petir inilah yang paling menjadi perhatian. Pasalnya, regulasi keselamatan di Amerika Serikat mengharuskan setiap event olahraga luar ruang dihentikan jika terdapat risiko sambaran petir di sekitar lokasi.
Artinya, balapan tetap bisa dihentikan meskipun hujan belum turun. Dalam situasi tersebut, helikopter medis tidak diizinkan terbang. Penonton pun berpotensi diminta meninggalkan area sirkuit demi alasan keselamatan.
Baca Juga: Algojo Pembunuhan Satu Keluarga di Perbatasan Kalteng-Kaltim Ditangkap, Akui Habisi 3 Korban
Meski demikian, peluang pembatalan balapan secara total dinilai sangat kecil. Mengacu laporan Motorsport.com, badai diperkirakan bergerak menjauh pada sore hingga malam hari. Dengan begitu, balapan masih berpeluang dilanjutkan di hari yang sama setelah penundaan.
Di tengah ancaman cuaca, pebalap McLaren, Oscar Piastri, tetap menunjukkan optimisme. Sebagai juara bertahan di Miami, ia yakin timnya mampu kembali bersaing meski saat ini berada di peringkat tiga konstruktor.
“Kami percaya dengan tim ini bisa kembali konsisten meraih kemenangan musim ini,” ujar Piastri, dikutip dari Fox Sports Australia.
Baca Juga: 20 Pantun Hari Pendidikan Nasional 2026 Singkat dan Sarat Motivasi, Bangkitkan Semangat Belajar
McLaren sendiri dikenal kerap bangkit di pertengahan musim melalui serangkaian pembaruan mobil. Hal itu menjadi modal penting untuk menghadapi persaingan ketat sekaligus tantangan cuaca yang tak menentu di Miami. (*)
Editor : Ery Supriyadi