Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Veda Ega Pratama dengan Statistik Mengejutkan di Moto3 2026, Lampaui Marc Marquez dan Valentino Rossi pada Lima Seri Awal Debut

Dwi Puspitarini • Jumat, 15 Mei 2026 | 06:30 WIB
Veda Ega Pratama dari Honda Team Asia berpeluang masuk ke papan atas klasemen Moto3 2026.(Ist)
Veda Ega Pratama dari Honda Team Asia berpeluang masuk ke papan atas klasemen Moto3 2026.(Ist)

KALTIMPOST.ID - Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, mencatatkan prestasi mengesankan pada lima seri awal Moto3 2026. Rider Honda Team Asia tersebut berhasil mengumpulkan 50 poin dan meraih satu podium, sebuah catatan yang bahkan lebih baik dibanding awal karier dua legenda balap dunia, Marc Marquez dan Valentino Rossi, saat menjalani musim debut di Kejuaraan Dunia Balap Motor.

Performa Veda Ega menjadi sorotan karena ia mampu tampil konsisten di tengah ketatnya persaingan Moto3. Dari lima balapan pertama musim ini, pembalap Indonesia itu beberapa kali finis di posisi papan atas dan sukses naik podium di seri Brasil. Catatan tersebut menunjukkan bahwa Veda Ega memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pembalap elite dunia pada masa depan.

Statistik Veda Ega Lebih Baik dari Rossi dan Marquez

Insiden antara Valentino Rossi dan Marc Marquez di MotoGP Malaysia 2015.
Insiden antara Valentino Rossi dan Marc Marquez di MotoGP Malaysia 2015.

Perbandingan statistik memperlihatkan pencapaian Veda Ega pada awal musim debut jauh lebih baik dibanding Marc Marquez dan Valentino Rossi ketika pertama kali tampil di ajang balap dunia.

Veda Ega memulai Moto3 2026 dengan finis posisi kelima di Thailand sebelum meraih podium ketiga di Brasil. Setelah gagal finis di Amerika Serikat, ia bangkit dengan finis keenam di Spanyol dan posisi keempat di Prancis. Hasil tersebut membuatnya mengoleksi total 50 poin hanya dalam lima seri pertama.

Sementara itu, Valentino Rossi yang debut di kelas 125cc musim 1996 hanya mengumpulkan 46 poin dari lima seri awal tanpa sekali pun naik podium. Hasil terbaik Rossi saat itu adalah finis keempat di Spanyol dan Italia.

Marc Marquez bahkan mengalami awal yang lebih sulit ketika menjalani debut kelas 125cc musim 2008. Pembalap asal Spanyol tersebut baru mengikuti balapan pada seri ketiga dan hanya mengoleksi 10 poin dari lima seri pertamanya. Hasil terbaik Marquez kala itu adalah finis posisi kesepuluh di Catalunya.

Baca Juga: Jadwal dan Link Moto3 Catalunya 2026: Peluang Veda Ega Pratama Masuk 3 Besar Klasemen

Berikut hasil lima seri awal ketiga pembalap tersebut:

Veda Ega Pratama – Moto3 2026

  1. Thailand: posisi 5
  2. Brasil: posisi 3
  3. Amerika Serikat: gagal finis
  4. Spanyol: posisi 6
  5. Prancis: posisi 4

Total: 50 poin.

Valentino Rossi – 125cc 1996

  1. Malaysia: posisi 6
  2. Indonesia: posisi 11
  3. Jepang: posisi 11
  4. Spanyol: posisi 4
  5. Italia: posisi 4

Total: 46 poin.

Marc Marquez – 125cc 2008

  1. Portugal: posisi 18
  2. China: posisi 12
  3. Prancis: gagal finis
  4. Italia: posisi 19
  5. Catalunya: posisi 10

Total: 10 poin.

Awal Menjanjikan untuk Masa Depan Balap Indonesia

Catatan impresif Veda Ega menjadi sinyal positif bagi masa depan balap motor Indonesia di level dunia. Pada usia muda, ia mampu bersaing dengan para pembalap terbaik Moto3 dan menunjukkan perkembangan yang konsisten dalam setiap seri.

Keberhasilan meraih podium di Brasil menjadi pencapaian penting karena membuktikan bahwa Veda Ega tidak hanya mampu finis di zona poin, tetapi juga bisa bersaing memperebutkan posisi tiga besar. Konsistensinya pada awal musim juga menunjukkan kesiapan mental dan kemampuan adaptasi yang baik sebagai rookie.

Meski demikian, perjalanan Veda Ega masih panjang. Marc Marquez dan Valentino Rossi pada akhirnya berkembang menjadi pembalap legendaris dengan banyak gelar juara dunia di kelas utama MotoGP. Karena itu, pencapaian Veda Ega saat ini belum bisa langsung disamakan dengan kesuksesan dua nama besar tersebut.

Namun, performa awal yang lebih baik dibanding Rossi dan Marquez menjadi modal penting bagi pembalap asal Indonesia itu untuk terus berkembang. Jika mampu menjaga konsistensi dan terus meningkatkan performa sepanjang musim, peluang Veda Ega untuk mencetak sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama di MotoGP semakin terbuka lebar.***

Editor : Dwi Puspitarini
#Moto3 2026 #klasemen Moto3 #valentino rossi #veda ega pratama #marc marquez