KALTIMPOST.ID, JAKARTA – AQUA resmi menjadi hydration partner DBL Indonesia untuk musim 2026-2027. Kolaborasi ini mempertemukan dua entitas yang sama-sama memiliki perjalanan panjang dalam mendukung generasi muda Indonesia.
Selain menjadi hydration partner di ekosistem DBL, AQUA juga didapuk sebagai title partner DBL Dance, kompetisi dance pelajar terbesar di Asia Tenggara.
Kerja sama tersebut melanjutkan komitmen AQUA dalam mengampanyekan pentingnya hidrasi sehat, sekaligus mendukung aktivitas pelajar yang aktif berolahraga dan berkarya.
Baca Juga: Ojol, Realita, dan Redupnya "Anomali" Digital IKN
Selama lebih dari 22 tahun sejak 2004, DBL konsisten menjadi wadah pengembangan generasi muda melalui olahraga dan hiburan. Sementara itu, AQUA telah hadir lebih dari lima dekade sejak 1973 sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia dengan mengedukasi pentingnya konsumsi air mineral berkualitas.
Marketing Director AQUA, Adisti Nirmala, mengatakan pihaknya senang dapat berkolaborasi dengan DBL yang selama ini berhasil membangun ekosistem positif bagi jutaan pelajar Indonesia.
Menurutnya, AQUA ingin hadir sebagai pendukung bagi para pelajar yang aktif berlatih dan berkompetisi, baik di lapangan basket, panggung dance, maupun tribun suporter.
“Kami ingin menjadi support system bagi generasi muda yang terus berusaha memberikan versi terbaik dari dirinya lewat DBL. Melalui kolaborasi ini, AQUA berharap bisa mendukung para peserta tetap fokus, aktif, dan siap menghadapi setiap tantangan,” ujarnya.
Adisti menjelaskan, hidrasi yang baik memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Konsumsi air putih yang cukup dapat membantu meningkatkan performa fisik sekaligus mendukung fungsi otak agar tetap optimal.
Kolaborasi ini juga sejalan dengan kampanye Kaum Adem yang diusung AQUA. Kampanye tersebut mengajak generasi muda untuk tetap tenang, percaya diri, dan mampu menghadapi berbagai tekanan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin mengajak generasi muda untuk tetap adem, tetap tenang, percaya diri, dan tidak kehilangan dirinya sendiri, bahkan saat pertandingan semakin intens dan tekanan semakin terasa. Inilah semangat yang ingin kami bawa ke DBL, generasi muda yang aktif, berani berprestasi, tetap adem di bawah tekanan, dan selalu stay at your best,” kata Adisti.
Sementara itu, Direktur DBL Indonesia, Masany Audri, menyambut positif bergabungnya AQUA ke dalam ekosistem DBL.
Menurut dia, kehadiran AQUA sangat relevan dengan aktivitas para peserta DBL yang membutuhkan kondisi fisik prima, baik sebagai atlet, penari, maupun suporter.
“Anak-anak di DBL adalah generasi yang sangat aktif. Mereka berlatih keras di lapangan, menyiapkan penampilan terbaik di atas panggung, hingga memberikan dukungan penuh dari tribun. Dalam aktivitas seperti itu, menjaga hidrasi menjadi hal yang penting,” ujarnya.
Masany menambahkan, kolaborasi ini terasa semakin tepat karena AQUA juga menjadi title partner DBL Dance.
Menurutnya, para peserta DBL Dance menjalani latihan intensif selama berjam-jam untuk menyempurnakan koreografi dan penampilan mereka.
“Kehadiran AQUA dengan semangat Adem sangat relevan dan dekat dengan pengalaman yang mereka rasakan selama mengikuti kompetisi,” tambahnya.
DBL Dance sendiri terus berkembang menjadi salah satu kompetisi dance pelajar terbesar di Asia Tenggara. Setiap musim, ajang ini melibatkan ratusan tim dan lebih dari 10 ribu peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Pada 2018, DBL Dance bahkan mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai kompetisi dance dengan jumlah peserta terbanyak di Indonesia.
Ajang tersebut juga melahirkan sejumlah talenta yang kini dikenal luas, di antaranya Dita Karang dan Christy Gardena yang tergabung dalam grup musik No Na.
Bagi para peserta, DBL Dance bukan hanya soal kompetisi. Ajang ini juga menjadi ruang untuk memperluas jaringan pertemanan, mengasah kemampuan, dan membangun rasa percaya diri.
Valencia Stephanie Hadasaah, alumni dancer SMA IPEKA Puri Jakarta, mengaku mendapatkan banyak pengalaman berharga selama mengikuti kompetisi tersebut.
“Atmosfer kompetisi DBL Dance itu meriah. Kami bangga bisa tampil di depan banyak penonton dan menjadi bagian dari DBL. Selain berkompetisi, kami juga mendapatkan banyak pengalaman berharga dan bertemu teman-teman baru dari berbagai sekolah,” katanya.
Hal serupa disampaikan Nichola Jonathan Tjahjamulia dari SMA Santa Theresia Jakarta yang berencana kembali mengikuti DBL Dance musim ini.
“Saya sangat antusias untuk kembali tampil. Atmosfer kompetisinya luar biasa dan membuat kami semakin termotivasi untuk mempersiapkan penampilan terbaik melalui latihan yang konsisten,” ujarnya.
Sementara itu, pelatih SMA IPEKA Puri Indah Jakarta, Ananda Daniel, menilai DBL Dance menjadi wadah penting bagi pelajar untuk mengembangkan potensi dan menyalurkan passion di bidang tari.
“Sebagai seseorang yang dulunya juga memulai tari di level SMA, saya sangat senang karena pelajar punya platform untuk berkompetisi. DBL Dance adalah ajang pertama yang saya ikuti sejak SMA. Ajang ini membuat saya sadar bahwa saya sangat menyukai dunia tari, dan semoga semua pelajar dengan passion yang sama bisa memanfaatkan platform ini sebagai ruang kompetisi yang positif sekaligus proses pengembangan diri,” tuturnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi