KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Nama Viknes Waren Mahaputra kembali menjadi perbincangan setelah tampil dalam peragaan busana koleksi terbaru rumah mode asal Prancis, Jacquemus. Kehadirannya di panggung fashion internasional menjadi bukti bahwa perjalanan seorang student-athlete dapat berkembang jauh melampaui lapangan olahraga.
Alumni pemain DBL musim 2017-2018 tersebut tampil dalam fashion show bertajuk "Le Bonheur" yang digelar di Mercusuar Phare de la Pietra, Corsica, Prancis, Senin (29/6). Penampilannya berhasil mencuri perhatian publik dan menambah daftar pencapaian dalam kariernya di industri mode dunia.
Sebelum dikenal di dunia fashion, Viknes merupakan salah satu student-athlete berbakat asal Yogyakarta. Alumni SMA Budi Mulia 2 Yogyakarta itu pernah memperkuat tim sekolahnya pada Honda DBL DI Yogyakarta musim 2017 dan 2018.
Baca Juga: Eks Pengurus KONI Kaltim Siap Kembali ke Cabor, Fokus Kawal Target Emas
Pada musim 2018, Viknes tampil impresif dan sukses mengantarkan timnya bersaing di level tertinggi kompetisi. Penampilan gemilang tersebut membawanya meraih penghargaan Most Valuable Player (MVP).
Prestasi itu juga mengantarkan Viknes mengikuti DBL Camp di Surabaya, program pelatihan elite yang mempertemukan para pemain terbaik dari berbagai kota di Indonesia.
Namun, jalan hidup membawanya ke arah yang berbeda. Di tengah peluang melanjutkan karier basket, Viknes memilih menempuh pendidikan di Prancis. Keputusan tersebut menjadi titik awal perjalanan baru yang kemudian membawanya menekuni dunia fashion.
"Sempat ragu juga kalau tidak bisa lanjut basket. Waktu itu saya hanya ingin mencoba kuliah di luar negeri. Sambil tetap bermain basket, siapa tahu bisa memperkuat tim di Eropa juga," ujar Viknes dalam wawancara bersama DBL Indonesia beberapa waktu lalu.
Keputusan itu ternyata membuka peluang yang lebih luas. Dengan postur tubuh yang tinggi serta ketertarikan terhadap dunia mode, Viknes mulai meniti karier sebagai model profesional.
Seiring waktu, namanya semakin dikenal dan mendapat kepercayaan dari berbagai rumah mode ternama dunia.
Sebelum tampil bersama Jacquemus, Viknes lebih dahulu melenggang di Milan Men's Fashion Week. Ia dipercaya membawakan koleksi sejumlah label internasional seperti Neil Barrett, JordanLuca, hingga Zegna.
Kini, penampilannya dalam presentasi koleksi terbaru Jacquemus semakin mengukuhkan eksistensinya di industri fashion global.
Bagi DBL Indonesia, perjalanan Viknes menjadi contoh nyata bahwa pengalaman sebagai student-athlete dapat menjadi bekal berharga untuk menapaki berbagai profesi.
Sejak awal, DBL tidak hanya menjadi wadah kompetisi basket pelajar, tetapi juga ruang pembentukan karakter yang menanamkan nilai disiplin, kerja keras, tanggung jawab, kemampuan bekerja sama, dan profesionalisme.
Nilai-nilai tersebut diharapkan terus melekat pada para alumninya, apa pun bidang yang mereka pilih di masa depan.
Kisah Viknes membuktikan bahwa kesuksesan alumni DBL tidak selalu berakhir di dunia olahraga profesional. Banyak alumni yang kemudian berkarier sebagai dokter, pengusaha, akademisi, kreator, hingga profesional di industri kreatif.
Meski kini berkiprah di dunia fashion, basket tetap memiliki tempat penting dalam perjalanan hidup Viknes.
Menurutnya, olahraga tersebut mengajarkan banyak hal, mulai dari kedisiplinan, kerja sama tim, hingga rasa percaya diri. Bekal itulah yang kemudian membantunya beradaptasi dan berkembang di industri fashion yang penuh persaingan.
Perjalanan Viknes menjadi pengingat bahwa setiap pengalaman memiliki peran dalam membentuk masa depan seseorang.
Lapangan basket mungkin menjadi titik awal. Namun, keberanian untuk terus berkembang dan mencoba tantangan baru telah membawanya melangkah hingga ke salah satu panggung fashion paling bergengsi di dunia. (*)
Editor : Ery Supriyadi