KALTIMPOST.ID - Olahraga padel tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga dapat menghadirkan kepedulian sosial. Melalui kegiatan Rally for Cancer yang digagas oleh pelajar SMP dan SMA, turnamen padel amal ini berhasil menggalang dana untuk membantu pasien kanker payudara sekaligus mendukung organisasi yang bergerak di bidang pendampingan kanker.
Pada penyelenggaraan tahun kedua, Rally for Cancer menggandeng YouC1000 sebagai mitra sponsor resmi. Hingga 22 Juli, program ini berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp120 juta yang akan disalurkan kepada lima pasien kanker payudara, Yayasan Kanker Indonesia (YKI), dan Lovepink Indonesia.
Keberhasilan Rally for Cancer memperlihatkan bahwa kepedulian terhadap sesama dapat dimulai dari langkah sederhana. Melalui olahraga yang kini semakin populer, para pelajar menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk ikut berbagi sekaligus meningkatkan kesadaran tentang pentingnya dukungan bagi para penyintas kanker.
Berawal dari Kepedulian Pribadi
Di balik Rally for Cancer, terdapat sekelompok pelajar yang ingin menghadirkan dampak nyata melalui olahraga. Kegiatan ini dipimpin oleh Joseph Owen Lauw bersama Jesstin Arteta Djunaidi, Kiara Isabelle Davina Napitupulu, Gabrielle Marnandus, dan Florence Joy Widjaja.
Menurut Joseph Owen Lauw, inisiatif tersebut lahir dari pengalaman yang sangat dekat dengan kehidupannya. Beberapa anggota keluarganya pernah maupun sedang berjuang melawan kanker sehingga mendorongnya untuk memberikan dukungan kepada para pasien dan penyintas.
Dilansir dari Detiksport, Jumat (31/7), Dalam keterangannya kepada media, Joseph Owen Lauw mengatakan, "Acara ini bukan hanya tentang bermain padel, tetapi juga menyebarkan cinta, sukacita, dan kebersamaan untuk mendukung pasien kanker payudara. Kami ingin seluruh peserta bersatu melalui olahraga untuk mendukung tujuan yang lebih besar daripada sekadar pertandingan."
Ia juga menambahkan, "Saya selalu percaya bahwa olahraga itu bisa memberikan banyak hal untuk kehidupan, termasuk acara yang kami buat ini."
Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya yang lebih berfokus pada pengumpulan donasi, Rally for Cancer tahun ini memperluas cakupan kegiatannya. Selain turnamen amal, panitia juga menghadirkan rangkaian edukasi dan pemberdayaan bagi penyintas kanker.
Puncak kegiatan berlangsung pada 18 Juli di IPC Padel Club Kedoya, Jakarta. Turnamen tersebut mempertemukan komunitas olahraga, organisasi kanker, sponsor, pelaku usaha, dan masyarakat dalam satu gerakan sosial yang bertujuan membantu para pasien kanker.
Sinergi berbagai pihak tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi dapat memperluas manfaat yang diterima para penyintas, sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap perjuangan mereka menjalani pengobatan.
Bantuan yang Dirasakan Langsung oleh Pasien
Manfaat dari Rally for Cancer tidak hanya terlihat dari besarnya dana yang berhasil dikumpulkan, tetapi juga dirasakan langsung oleh penerima bantuan.
Salah satunya adalah Herlina (49), penyandang kanker payudara yang sedang menjalani terapi radiasi akibat penyebaran kanker ke leher dan tulang belakang. Bantuan yang diterimanya dinilai sangat membantu selama menjalani perawatan di Jakarta.
Dalam keterangannya kepada media, Herlina mengatakan, "Dana yang saya terima dari Rally for Cancer sangat membantu kehidupan saya sehari-hari selama menjalani perawatan di Jakarta. Saya juga sangat bersyukur bertemu dengan Rally for Cancer. Kalian adalah anak-anak muda yang hebat yang menjadi saluran berkat bagi banyak orang yang membutuhkan."
Keberhasilan Rally for Cancer tahun ini melanjutkan capaian pada penyelenggaraan perdana. Saat itu, kegiatan yang bekerja sama dengan Ultra Milk berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp122,75 juta yang disalurkan melalui Yayasan Kanker Anak Indonesia (YKAI) untuk membantu 12 anak penderita leukemia.
Pencapaian tersebut memperlihatkan bahwa gerakan sosial yang diprakarsai generasi muda mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui Rally for Cancer, olahraga padel tidak hanya menjadi sarana menjaga kebugaran, tetapi juga menjadi media untuk menumbuhkan kepedulian, memperkuat solidaritas, dan menghadirkan harapan bagi para pasien kanker.***
Editor : Dwi Puspitarini