Hani Raih Emas Asian Games: “Yang Penting Enak Nembaknya”

Redaksi • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 12:36 WIB
Nurisa Dian Ashrifah meraih medali emas nomor compound individual putri Asian Games 2026 di Okazaki Chuo Sogo Park Multipurpose Square (1/10). (AINAGOC)
Nurisa Dian Ashrifah meraih medali emas nomor compound individual putri Asian Games 2026 di Okazaki Chuo Sogo Park Multipurpose Square (1/10). (AINAGOC)

 

KALTIMPOST.ID. OKAZAKI — Tidak ada target tinggi yang diusung Nurisa Dian Ashrifah saat menjalani debut Asian Games di Aichi-Nagoya 2026. Pemanah Indonesia yang akrab disapa Hani itu hanya ingin menikmati setiap pertandingan dan bisa melepaskan anak panah dengan nyaman. Keinginan sederhana tersebut justru membawanya meraih medali emas nomor compound individual putri.

Hani memastikan emas panahan pertama untuk Indonesia dalam sejarah Asian Games setelah mengalahkan atlet Filipina Amaya Amparo Cojuangco dengan skor 139-137 di Okazaki Chuo Sogo Park Multipurpose Square, kemarin (1/10). Kemenangan tersebut sekaligus menjadi pencapaian terbesar dalam karier atlet berusia 20 tahun itu.

"Dari awal saya tidak berekspektasi. Yang penting enak nembaknya," ucap Hani.

Baca Juga: Babak Baru Ombudsman Usai Pelantikan Nuzran Joher di Tengah Kasus Lapas Cibinong

Perjalanan Hani menuju podium tertinggi tidak sepenuhnya mulus. Pada babak kualifikasi, pemanah asal Semarang itu hanya menempati peringkat kedelapan dengan koleksi 701 poin. Namun, posisi tersebut tidak membuatnya terbebani. Dia memilih fokus pada setiap tembakan dan berusaha menjaga kenyamanan selama bertanding.

"Sebenarnya dari kualifikasi saya cuma mencoba untuk menembak dengan nyaman. Hasil mengikuti. Ternyata, di sesi kedua saya bisa menaikkan skor dan akhirnya peringkat delapan," tuturnya.

Ujian pertama Hani pada babak gugur datang dari wakil India, Chikitha Taniparthi. Lawannya bukan sosok sembarangan. Chikitha sebelumnya sudah mengoleksi dua medali emas dari nomor beregu putri dan beregu campuran (mixed team) Asian Games 2026.

Pertandingan berlangsung di bawah terik matahari pagi. Posisi matahari yang tepat berada di depan arah tembak sempat menjadi tantangan tersendiri. Beruntung, Hani mengenakan topi sehingga tetap bisa membidik sasaran dengan baik.

Kemenangan atas wakil India tersebut membuka jalan Hani menuju babak berikutnya. Namun, tantangan yang lebih berat sudah menanti. Kali ini, dia harus berhadapan dengan pemanah Korea Selatan, Kang Yeon-seo, yang tampil konsisten pada pertandingan sebelumnya. Yeon-seo bahkan sempat mencatatkan perfect score.

Meski demikian, Hani mampu mengatasi Yeon-seo dengan skor 147-143.

Selain menghadapi lawan tangguh, Hani juga harus beradaptasi dengan perubahan cuaca di arena pertandingan. Angin yang tiba-tiba bertiup cukup kencang membuatnya sempat panik. Padahal, sejak babak kualifikasi hingga pertandingan sebelumnya, kondisi angin relatif tenang.

Di partai puncak, tantangan kembali datang dari perubahan kondisi cuaca. Angin semakin kencang seiring matahari yang mulai meninggi. Namun, Hani mampu menjaga konsistensi tembakannya saat menghadapi Amaya.

Pertandingan berlangsung ketat hingga set keempat. Kedua pemanah saling mengejar poin sebelum Hani akhirnya memastikan kemenangan dengan keunggulan dua angka, 139-137.

Kemenangan tersebut menjadi momen yang sulit dilupakan Hani.

"Semesta sepertinya mendukung. Pas saya nembak anginnya enggak terlalu kencang. Tapi pas Filipina nembak, lumayan kencang," tutur Hani.

Baca Juga: Pejabat PUPR Kutim Tak Layani Wawancara, Wartawan Diminta Bawa Surat Kominfo

Di balik keberhasilan Hani, ada sosok sang ibu, Nurlisa, yang menjadi sumber motivasinya. Medali emas Asian Games tersebut secara khusus ingin dipersembahkan kepada perempuan yang selalu mendukung perjalanan kariernya.

Bahkan, sang ibu sudah memiliki harapan tersendiri jika Hani mendapatkan bonus dari pemerintah atas keberhasilannya meraih emas. Nurlisa ingin menggunakan bonus tersebut untuk menunaikan ibadah umrah.

"Jelas untuk ibunda tercinta. Pesan dari ibu cuma bilang kalau bonus dapat Rp3 miliar, ibu bisa umrah. Saya ingin mewujudkan harapan ibu," kata Hani. (*)

Editor : Ery Supriyadi
Sumber : Jawa Pos Koran
Nurisa Dian Ashrifah HANI panahan indonesia Asian Games 2026