KALTIMPOST.ID, SINGAPURA – Red Bull Racing mulai mempersiapkan perubahan di sisi operasional Max Verstappen menjelang kemungkinan berakhirnya kerja sama dengan Gianpiero Lambiase. Tim tersebut menyiapkan Tom Hart untuk mengambil alih tugas mendampingi Verstappen dalam sejumlah seri Formula 1 (F1).
Lambiase selama ini menjadi race engineer Verstappen. Perannya sangat penting karena menjadi penghubung utama antara pembalap dan tim saat balapan berlangsung. Melalui komunikasi radio, race engineer menyampaikan informasi mengenai kondisi mobil, strategi, situasi lintasan, serta perkembangan para rival.
Rencana kepindahan Lambiase ke McLaren pada musim depan membuat Red Bull perlu memastikan proses transisi berjalan lancar. Perubahan di posisi tersebut bukan perkara sederhana. Pembalap dan race engineer harus memiliki pemahaman yang baik agar setiap keputusan dapat diambil secara cepat dan tepat.
Baca Juga: Houthi Kembali Serang Arab Saudi! Begini Perjalanan Konflik Sejak 2014, Dimulai dari Yaman
Tom Hart disebut akan mulai mendampingi Verstappen dalam beberapa balapan tersisa. Dalam naskah sumber, Hart diproyeksikan bertugas pada tiga dari enam seri terakhir musim ini, termasuk GP Amerika Serikat di Austin, GP Brasil di Sao Paulo, dan GP Las Vegas.
Penugasan tersebut menjadi kesempatan bagi Hart untuk membangun komunikasi dengan Verstappen dalam situasi kompetisi sesungguhnya. Ia harus memahami cara Verstappen menerima informasi, kebutuhan teknis pembalap, serta pola komunikasi yang efektif ketika tekanan balapan meningkat.
Tantangan itu tidak hanya menyangkut penyampaian pesan melalui radio. Race engineer juga perlu menerjemahkan data teknis menjadi informasi yang mudah dipahami pembalap. Dalam hitungan detik, mereka dapat menghadapi keputusan penting mengenai strategi pit stop, pengelolaan ban, maupun respons terhadap perubahan kondisi lintasan.
Prinsip tersebut juga berlaku ketika tim harus beradaptasi dengan perubahan susunan personel. Transisi yang terencana dapat membantu menjaga konsistensi kerja, terutama saat persaingan kejuaraan memasuki fase penentuan.
Bos tim Red Bull, Laurent Mekies, sebelumnya menekankan kompleksitas mobil F1 dan pentingnya komunikasi antara pembalap dengan engineer. Hubungan keduanya menjadi bagian dari sistem kerja yang harus terus disempurnakan seiring perkembangan mobil dan strategi.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Makin Dekat ke Rekor Gila 1.000 Gol, Kini Tinggal Butuh 19 Gol Lagi
Bagi Red Bull, mempersiapkan Hart lebih awal dapat menjadi langkah untuk mengurangi potensi gangguan akibat pergantian personel. Verstappen pun membutuhkan dukungan yang solid agar tetap fokus pada performa di lintasan.
Meski demikian, proses adaptasi tidak selalu berlangsung seketika. Hart perlu memahami kebiasaan Verstappen, sementara sang pembalap juga harus membangun kepercayaan kepada rekan kerja barunya.
Perubahan tersebut menjadi salah satu pekerjaan rumah Red Bull di tengah persaingan F1. Tim harus menjaga performa mobil dan strategi balapan, sekaligus memastikan pergantian di sisi komunikasi tidak mengurangi efektivitas kerja Verstappen. (*)
Editor : Ery SupriyadiSumber : Jawa Pos Koran