Lakers Racik Serangan, Nuggets Benahi Pertahanan Jelang Duel Pramusim NBA

Ery Supriyadi • Dipublikasikan Jumat, 16 Oktober 2026 | 06:03 WIB
Bintang Nuggets asal Serbia, Nikola Jokic (kiri), akan menghadapi bintang Lakers berkebangsaan Slovenia, Luka Doncic, dalam laga pramusim di Crypto.com Arena, Sabtu (17/10) pagi Wita. (BART YOUNG/NBAE/AFP)
Bintang Nuggets asal Serbia, Nikola Jokic (kiri), akan menghadapi bintang Lakers berkebangsaan Slovenia, Luka Doncic, dalam laga pramusim di Crypto.com Arena, Sabtu (17/10) pagi Wita. (BART YOUNG/NBAE/AFP)

 

KALTIMPOST.ID, LOS ANGELES – Los Angeles Lakers belum sepenuhnya menunjukkan kekuatan terbaik menjelang musim reguler NBA 2026–2027. Absennya sejumlah pemain membuat pelatih JJ Redick belum leluasa menguji komposisi utama dalam laga pramusim. Situasi tersebut menjadi perhatian saat Lakers menghadapi Denver Nuggets di Crypto.com Arena, Jumat (16/10) malam waktu setempat atau Sabtu (17/10) pagi Wita.

Pertandingan itu menjadi kesempatan penting bagi Lakers untuk mematangkan pola permainan sebelum kompetisi resmi dimulai. Fokus mereka bukan sekadar mengejar hasil akhir, melainkan memastikan Luka Doncic, Austin Reaves, dan pemain lainnya mampu menjalankan skema serangan yang disiapkan Redick.

Redick juga mulai memperkenalkan variasi serangan yang tidak selalu menempatkan Doncic sebagai pengendali bola. Pergerakan tanpa bola diharapkan membuka lebih banyak pilihan serangan sekaligus mengurangi ketergantungan pada pola pick-and-roll.

Baca Juga: Putri KW Bidik Revans atas Wang Zhiyi di Perempat Final Denmark Open 2026

”Kami sudah membicarakan hal ini sejak musim lalu dan kembali membahasnya pada musim panas. Luka (Doncic) menyukai permainan tanpa bola,” kata Redick, dikutip Silver Screen and Roll.

Di kubu lawan, Nuggets menghadapi persoalan berbeda. Tim asuhan David Adelman itu masih memiliki pekerjaan rumah dalam memperbaiki pertahanan transisi setelah kesulitan menghentikan serangan cepat lawan dalam beberapa pertandingan pramusim.

Adelman menilai masalah tersebut terlihat jelas ketika para pemain gagal segera kembali ke area pertahanan setelah kehilangan bola. Situasi itu memberi lawan kesempatan menciptakan keunggulan jumlah pemain sebelum pertahanan Nuggets terbentuk.

”Pertahanan transisi kami memalukan,” ucap Adelman, seperti dikutip The Denver Gazette.

Di sisi lain, Nuggets tetap memiliki fondasi kuat melalui Nikola Jokic dan Jamal Murray. Kehadiran keduanya memberi Denver kemampuan mengembangkan serangan melalui kombinasi permainan di area dalam, tembakan jarak jauh, dan distribusi bola.

Baca Juga: Penggemar Fashion di Balikpapan Wajib Tahu, Planet Surf Pentacity Mall Kini Punya Tampilan Baru

Duel melawan Lakers pun menjadi kesempatan bagi Nuggets untuk menguji keseimbangan permainan. Sementara itu, Lakers berupaya menyempurnakan variasi serangan agar lebih siap menghadapi persaingan musim reguler NBA 2026–2027. (*)

Editor : Ery Supriyadi
Sumber : Jawa Pos Koran
Los Angeles Lakers Nikola Jokic NBA 2026–2027 luka doncic denver nuggets