BALIKPAPAN-Umat Hindu di Balikpapan menjalani prosesi Melasti, merupakan rangkaian peringatan Hari Raya Nyepi di Pantai Stal Kuda, Jalan Jenderal Sudirman, Balikpapan, Sabtu (9/3).
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Balikpapan I Nengah Kayun Widyatarna menjelaskan, Melasti memiliki makna penyucian atau pembersihan alam semesta (buana agung) dari segala wabah atau kekotoran dan penyucian diri sendiri (buana alit).
“Pembersihan ini merupakan persiapan untuk menuju Catur Barata Penyepian. Semua hal-hal buruk, semua hal-hal kotor hari ini kita larung ke laut,” jelas Nengah.
Umat Hindu juga akan melaksanakan Upacara Tawur yang menjadi rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi, Senin (11/3). “Bermakna bhuta yadnya, penyucian bhuta kala atau unsur-unsur kejahatan yang dapat merusak ketenteraman umat manusia,” terangnya.
Dalam upacara tersebut, bhuta kala yang disimbolkan sebagai kejahatan dimurnikan menjadi somya atau dari hal buruk menjadi hal baik.
Setelah ritual Tawur selesai, umat Hindu akan melaksanakan upacara Catur Brata Penyepian, yang menandai pergantian tahun Saka. Ritual ini, dijelaskan Nengah, meliputi amati geni (tidak menyalakan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian) dan amati lelanguan (tidak bersenang-senang). (ms/k15)
IBRAHIM SAINUDDIN
baimkaltimpost.bpn@gmail.com
Editor : Ismet Rifani