BALIKPAPAN — Pekan pertama Ramadan tahun ini diwarnai bencana bagi sejumlah warga Balikpapan . Sedikitnya 7 rumah ludes karena amukan si jago merah. Musibah ini terjadi mejelang sahur pada Minggu (17/3) di permukiman padat penduduk di Jalan Tanjung Kelor, Kelurahan Manggar Baru, Balikpapan Timur. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun kerugian material diperkirakan di atas Rp 1 miliar.
Hingga malam tadi, belum ada keterangan pasti dari mana awal dan apa pemicu timbulnya api.
Warga yang menjadi korban hanya tahu api sudah membesar dan membakar bangunan tenpat mereka tinggal. Kepanikan timbul dan semuanya keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Sebagian langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk membantu memadamkan api, sebelum merembet lebih luas.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan Usman Ali menyampaikan, dari informasi yang dikumpulkan, api terlihat menjelang subuh, sekitar pukul 3.30 Wita. “Begitu dapat info, tim langsung menuju ke lokasi TKP,” katanya.
Tim pemadam membutuhkan waktu sekitar 20-30 menit, sebelum akhirnya si jago merah berhasil dipadamkan. Ada sembilan unit mobil pemadam yang diturunkan untuk melakukan proses pemadaman api. Mulai dari tim gabungan UPTD PBD wilayah Timur, Selatan, Kota, TRC PB dan Rantis Sabhara Polda Kaltim.
Kobaran api begitu cepat menjilat bangunan warga. Angin kencang juga berpengaruh. “Jadi ada lima rumah yang mengalami rusak berat, dan dua rumah terdampak,” jelas Usman.
Dari tujuh bangunan itu, ada 6 anggota keluarga yang terdampak. Sebab dua bangunan lain kosong alias tak dihuni.
Banyak cerita berseliweran soal asal api atau penyebab munculnya. Namun untuk memastikan hal ini, masih akan dilakukan penyelidikan oleh pihak berwenang. Dari kejadian ini Usman mengimbau masyarakat Balikpapan untuk tetap terus waspada terhadap bahaya kebakaran.
Belajar dari tahun-tahun sebelumnya, kebakaran tergolong rawan terjadi pada bulan Ramadan di kota ini. (ms)
SYAHRUL RAMADHAN
syahrulramaddhaan@gmail.com
Editor : Ismet Rifani