BALIKPAPAN - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Balikpapan tahun 2024 ada peningkatan bila dibanding tahun 2023. Begitu pun kasus DBD yang terjadi di Kelurahan Margo Mulyo turut terimbas.
Kepala UPTD Puskesmas Margo Mulyo dr Dekrita Ria Hanani mengatakan, meskipun mengalami peningkatan namun tidak ditemukan adanya kematian terhadap kasus DBD di tahun 2024 di Kelurahan Margo Mulyo.
“Peningkatan kasus DBD tersebut adalah 20 kasus di tahun 2023 dan sampai 18 April 2024 jumlah kasus sebanyak 24 pasien DBD yang mendapatkan perawatan,” ucapnya.
Warga diimbau tetap waspada dengan melakukan pembersihan sarang nyamuk (PSN) dengan cara melakukan pembersihan secara serentak dalam satu lingkungan atau wilayah dan juga penaburam Larvasida.
Selain itu, pihaknya juga meminta masyarakat untuk memantau tempat-tempat yang tergenang air. Misalnya pot bunga, dispenser dan lain sebagainya yang menjadi tempat sarang nyamuk disekitar lingkungannya.
"Kami juga mengimbau masyarakat agar mewaspadai anomali cuaca saat ini. Ketika kondisi panas, nyamuk demam berdarah itu lebih cepat bertelur. Sehingga hal itu membuat potensi peningkatan kasus DBD.
Nyamuk aedes aegypti lebih cepat berkembang di suhu lembab berkisar antara 28-31 derajat sesuai dengan suhu di Kota Balikpapan,” ungkapnya.
Di sisi lain, Petugas Puskesmas Margo Mulyo menggencarkan penyelidikan epidemiologi (PE) yang terus menunjukkan hasil positif di wilayah penderita DBD. Dengan hasil Angka Bebas Jentik (ABJ) 90 persen masih dibawah target ABJ Kota Balikpapan yaitu 95 persen.
Kegiatan PE ini dilakukan untuk mencari penderita atau tersangka DBD lainnya dan pemeriksaan jentik di tempat tinggal penderita dan rumah maupun bangunan sekitarnya. Termasuk tempat-tempat umum dalam radius sekurang-kurangnya 100 meter yang diperkirakan sekira 20 rumah yang berada di sekitar rumah penderita tersebut.
UPTD Puskesmas Margo Mulyo menghimbau kepada anggota keluarga dalam satu pekarangan rumah tersebut agar menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah penyebaran penyakit DBD.
“Diharapkan warga bila ada kasus segera melaporkannya agar dilaksanaka PE dan jika perlu dilakukan pengasapan atau fogging. Untuk tindakan yang telah dilakukan oleh Puskesmas adalah PSN serentak yang dilaksanakan di bulan Januari di lokus RT 24 dan 25 serta telah dilakukan fogging pada Januari untuk RT 25 23 dan 49 serta RT 27 24 dan RT 30 dengan 2 siklus interval satu minggu,” pungkasnya. (pms/kri)
SUPRIYONO LUPUS
@queenzalikalila0917
Editor : Sukri Sikki