Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Tapera vs Tabungan Rumah dari Berbagai Negara Maju, Mana yang Lebih Baik?

Agus Dwi Wahyudi • Kamis, 6 Juni 2024 | 14:31 WIB
Ilustrasi miniatur rumah. (Agus Dwi Wahyudi/KP)
Ilustrasi miniatur rumah. (Agus Dwi Wahyudi/KP)

KALTIMPOST.ID, Kebutuhan akan perumahan yang layak dan terjangkau adalah salah satu isu penting yang dihadapi oleh banyak negara di seluruh dunia tak terkecuali Indonesia. Pemerintah kembali menggaungkan tabungan untuk perumahan bagi masyarakat melalui Tapera. Sistem ini sebagai kelanjutan dari Bapertarum yang ditujukan hanya untuk ASN. Tapera kemudian diperluas untuk juga membantu pekerja swasta dan mandiri mendapatkan hunian.

Alasan pemerintah adalah problem backlog perumahan memang nyata terjadi, jumlahnya masih 9,9 juta. Dan ini diperkirakan akan semakin besar karena rata-rata harga properti per tahun naik 10% -15%, sementara kenaikan gaji pekerja tidak linier dengan kenaikan harga properti. Bahayanya rumah makin tidak terjangkau. Sehingga pemerintah harus memikirkan cara memenuhi kebutuhan mendasar Masyarakat.

Beberapa negara maju telah mengembangkan berbagai sistem tabungan untuk membantu warga mereka dalam mewujudkan impian memiliki rumah. Berikut di antaranya:

 

  1. Jerman: Bausparsystem

Di Jerman, salah satu metode yang paling populer adalah sistem tabungan perumahan yang dikenal sebagai "Bausparsystem." Sistem ini merupakan kombinasi dari tabungan dan pinjaman dengan suku bunga tetap. Warga menabung di akun khusus yang disebut Bausparvertrag dan setelah jangka waktu tertentu, mereka berhak mengajukan pinjaman dengan bunga rendah untuk membeli atau membangun rumah. Keuntungan utama dari sistem ini adalah stabilitas suku bunga dan keamanan finansial bagi para penabung.

 

  1. Amerika Serikat: 401(k) Plan for Home Purchase

Meskipun dikenal sebagai rencana pensiun, 401(k) di Amerika Serikat juga dapat digunakan untuk tujuan pembelian rumah pertama. Pemilik rekening 401(k) dapat menarik sejumlah uang dari akun mereka tanpa penalti untuk digunakan sebagai uang muka pembelian rumah pertama. Hal ini memungkinkan para pekerja untuk menggunakan dana pensiun mereka lebih awal dengan tetap memperhatikan masa depan mereka.

 

  1. Inggris: Help to Buy ISA

Inggris memiliki skema yang disebut Help to Buy ISA (Individual Savings Account), yang dirancang untuk membantu pembeli rumah pertama kali menabung untuk uang muka. Pemerintah akan menambah 25% dari jumlah tabungan, dengan batas maksimum tertentu. Ini berarti bahwa untuk setiap £200 yang ditabung, pemerintah akan menambah £50. Skema ini memberikan insentif yang signifikan bagi masyarakat untuk menabung demi membeli rumah pertama mereka.

 

  1. Jepang: Kosei Nenkin Kaigo Hoken

Jepang memiliki sistem tabungan perumahan yang terintegrasi dengan program jaminan sosial mereka, yang dikenal sebagai Kosei Nenkin Kaigo Hoken. Program ini memungkinkan para pekerja untuk menabung secara berkala dan dana tersebut dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan termasuk perumahan. Meskipun fokus utamanya adalah pada jaminan sosial dan kesehatan, sistem ini juga memberikan fleksibilitas dalam penggunaan dana untuk pembelian atau renovasi rumah.

 

  1. Australia: First Home Super Saver Scheme (FHSSS)

Australia memperkenalkan skema First Home Super Saver Scheme (FHSSS) untuk membantu pembeli rumah pertama menabung dengan menggunakan akun superannuation mereka. Melalui skema ini, warga Australia dapat menabung hingga jumlah tertentu dalam akun super mereka dan kemudian menarik dana tersebut untuk digunakan sebagai uang muka pembelian rumah pertama. Ini memberikan keuntungan pajak yang signifikan bagi penabung dan mendorong budaya menabung jangka panjang.

 

Setiap negara memiliki pendekatan yang unik dalam membantu warganya menabung untuk perumahan. Sistem-sistem ini mencerminkan kebutuhan dan prioritas masing-masing negara, serta menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan akses yang lebih luas terhadap perumahan yang layak dan terjangkau. Dengan belajar dari berbagai model ini, negara-negara lain dapat mengembangkan sistem yang sesuai dengan konteks dan kebutuhan lokal mereka. Di luar kontroversi yang berkembang di tanah air, menabung untuk memiliki rumah adalah impian semua orang. Terserah anda, memilih Kredit Pemilikan Rumah (KPR) atau ikut Tapera! (*)

Editor : Dwi Puspitarini