Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Hotman Paris: Banyak Orang Perlu Bantuan tapi Tidak Punya Keberanian, Kopi Johny Bisa Jadi Wadah

Syahrul Ramadan • Minggu, 23 Juni 2024 | 21:11 WIB
SELAMAT HARI JADI: Yunita Indarini (tengah) meniup lilin ulang tahun dirimya dan yang pertama pertama bagi Kopi Johny Balikpapan, disaksikan para tamu dan undangan, Sabtu (22/6).
SELAMAT HARI JADI: Yunita Indarini (tengah) meniup lilin ulang tahun dirimya dan yang pertama pertama bagi Kopi Johny Balikpapan, disaksikan para tamu dan undangan, Sabtu (22/6).

BALIKPAPAN — Kopi Johny Balikpapan merayakan ulang tahun pertamanya yang berlangsung meriah. Acara ini digelar di kedai kopi di Jalan Marsma R Iswahyudi, Balikpapan Selatan, Sabtu (22/6).

Hadir pengacara kondang Hotman Paris Hutepea sebagai bintang tamu. Ada pula artis David Koeswoyo dan Tarzan serta pemilik brand Kopi Johny Johny Poluan. Sementara dari daerah di antaranya hadir Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Sultan Adji Muhammad Arifin, Sekkot Balikpapan Muhaimin, pengusaha Iwa Kustiwa, mantan Danrem 091/ASN Brigjen Dendi Suryadi, owner Kopi Johny Balikpapan Yunita Indarini dan Anwar Sadat, Rektor Universitas Balikpapan Isradi Zainal, dan Pemimpin Redaksi Kaltim Post Romdani. Bahkan Isradi menyerahkan buku yang dia tulis berisikan tentang pemikiran kritis terkait Ibu Kota Nusantara.

Johny Poluan mengaku bangga dengan ulang tahun Kopi Johny yang pertama di Balikpapan. Tentunya, dengan perayaan kali ini bisa terus menjadi lebih baik. “Kami berharap kopi Johny Balikpapan ke depannya bisa berkembang dan lebih maju,” harapnya.

Senada , Owner Kopi Johny Balikpapan Yunita Indarini dan Anwar Sadat turut bersyukur dengan perjalanan Kopi Johny Balikpapan yang telah masuk untuk tahun pertama yang berdiri pada 17 Juni. Melalui kegiatan semacam ini sebagai wujud rasa bahagia. Semoga dengan usia Kopi Johny yang pertama ini ke depannya dapat menjadi lebih baik dan maju.

Sementara itu, Hotman Paris bercerita banyak kasus-kasus yang sekiranya dapat dibantu. Karena hadirnya Kopi Johny bukan hanya mencari popularitas atau keuntungan semata. Melainkan aktivitas sosial mengadvokasi perkara hukum. Jadi kedai kopi juga tidak sekadar untuk mengopi saja.

“Maka harus (mendampingi) kasus-kasus ekstrem bawa ke Kopi Johny. Bila perlu buka di sini setiap pagi, atau (setiap) Sabtu dan Minggu,” pesannya. Karena banyak masyarakat yang pastinya akan berdatangan.

“Percayalah banyak masyarakat yang (perlu bantuan) tapi tidak punya keberanian,” sebutnya. Menurutnya,  banyak juga masyarakat yang tidak mampu dalam segi ekonomi. Untuk itu, perlu untuk dibantu dan didampingi.

Hotman berharap, Kopi Johny Balikpapan bisa berkembang dan membantu serta mendampingi masyarakat yang kurang mampu. “Biar rakyat juga tertolong, maka Kopi Johny Balikpapan bisa dikembangkan ke depannya. Itu saja pesan saya, karena itulah yang membuat nama Kopi Johny berkibar (terkenal),” pungkasnya. (rom)

Editor : Romdani.