Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Berwisata di Hutan Kota Balikpapan; Sehatkan Tubuh Sembari Mengulik Cerita

Oktavia Megaria • Minggu, 30 Juni 2024 | 11:34 WIB
PERLU DILESTARIKAN HINGGA ANAK CUCU : Hutan Kota Telaga Sari, jadi salah satu wisata edukasi berkonsep alam yang sudah semestinya dilestarikan.  (Foto: Okta/KP)
PERLU DILESTARIKAN HINGGA ANAK CUCU : Hutan Kota Telaga Sari, jadi salah satu wisata edukasi berkonsep alam yang sudah semestinya dilestarikan. (Foto: Okta/KP)

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN-Balikpapan, sering dikenal sebagai Kota Industri atau Kota Jasa, memiliki keunikan tersendiri di tengah padatnya wilayah di provinsi Kalimantan Timur. Tidak banyak yang tahu bahwa di tengah kota terdapat kawasan wisata edukasi yang menarik untuk dikunjungi.

Hutan Kota Telaga Sari adalah salah satu hutan nasional yang terletak di Kota Beriman. Lokasinya berada di Kelurahan Telaga Sari, Balikpapan Selatan. Saat berkunjung pada hari Selasa (25/6) lalu, kami memulai perjalanan dari titik start di jalan yang diapit oleh kantor ORARI Balikpapan dan KONI Balikpapan.

Sebagai pendatang sejak 2019, kegiatan susur hutan ini tentu menjadi pengalaman baru. Biasanya, waktu saya lebih banyak dihabiskan di mal atau kafe, atau sesekali mengunjungi wisata pantai dan pusat kuliner.

Oleh karena itu, saya tidak ingin melewatkan kesempatan mengikuti agenda salah satu komunitas seni Ruang Rupa melalui proyek Lumbung Bersambung mereka. Dalam proyek tersebut, terdapat beberapa agenda termasuk lokakarya, yang mengajak peserta mendatangi tempat bersejarah yang masih aktif difungsikan.

Bersama sepuluh orang lainnya, kami memulai perjalanan menyusuri Hutan Kota. Kondisi hutan yang masih asri memberikan hawa yang berbeda dibandingkan kawasan perkotaan. Udara sejuk masih terasa jelas, meski waktu sudah menunjukkan pukul 10.30 Wita.

Saat memasuki hutan, kami menemukan sebuah sungai kecil yang menarik perhatian karena dihidupi oleh ikan-ikan kecil mirip spesies ikan bilis. Di beberapa bagian, sungai ini juga dikelilingi oleh pasir putih yang berasal dari pecahan batu di kawasan tersebut, sehingga daerah ini juga disebut Gunung Pasir.

"Ini tuh pecahan dari batu-batu di sini. Makanya kawasan ini juga disebut Gunung Pasir, ya karena ada pasir di sini," ujar seorang teman yang disapa Mas Cukil.

Kami meninggalkan area Hutan Kota melalui jalur lain yang berdampingan dengan kawasan Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT). Tidak heran jika jalur yang kami lalui melewati area belakang kantor dan perumahannya. Setelah berjalan sekitar satu kilometer lebih, kami menemukan dua tangki air besar yang sudah usang, yang konon adalah peninggalan zaman Belanda.

BERTUALANG: Salah satu sudut hutan kota yang menyimpan banyak cerita. (Foto: Okta/KP)
BERTUALANG: Salah satu sudut hutan kota yang menyimpan banyak cerita. (Foto: Okta/KP)

Kami kembali melalui jalan setapak yang menuruni ratusan anak tangga yang dikenal sebagai “tangga seribu,” hingga mencapai area perumahan Pertamina lama. Kawasan ini terlihat sudah lama tidak digunakan, dengan rumah-rumah putih yang berjarak cukup jauh satu sama lain, berdiri di lahan hijau lengkap dengan pohon-pohon beringin yang besar dan tampaknya sudah tua. Menurut cerita, banyak kisah horor yang beredar di masyarakat tentang tempat ini.

Perjalanan dilanjutkan hingga kami menemukan sebuah pohon beringin besar dengan hydrant tua dan berkarat di tengahnya. Pemandangan ini cukup menarik perhatian kami meski fungsinya tidak jelas.

Kami kembali ke titik awal perjalanan melalui permukiman warga. Wisata ini cukup sederhana namun melelahkan, tetapi saya berhasil mengabadikan kawasan baru dengan pemandangan berbeda dari yang biasa terlihat.

Menariknya lagi, area ini berada tepat di tengah kota. Dibanding gedung-gedung tinggi seperti pusat perbelanjaan, destinasi hutan kota seharusnya lebih banyak dilestarikan.

 

Editor : Thomas Priyandoko