Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Gernas BCL Kembali Dilaksanakan di Balikpapan, Selama 2 Bulan Ada 38,8 Ton Sampah Laut Terkumpul

Rikip Agustani • Senin, 8 Juli 2024 | 21:21 WIB
SAMPAI JUMPA TAHUN DEPAN: Penutupan Gerakan Nasional (Gernas) Bulan Cinta Laut (BCL) 2024 di Kantor Kelurahan Sepinggan Raya, Balikpapan Selatan, Senin (8/7). (Foto: Rikip/KP)
SAMPAI JUMPA TAHUN DEPAN: Penutupan Gerakan Nasional (Gernas) Bulan Cinta Laut (BCL) 2024 di Kantor Kelurahan Sepinggan Raya, Balikpapan Selatan, Senin (8/7). (Foto: Rikip/KP)

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Kepala Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Pontianak, Syarif Iwan Taruna Alkadrie, menghadiri acara evaluasi dan penutupan Gerakan Nasional (Gernas) Bulan Cinta Laut (BCL) 2024 di Kantor Kelurahan Sepinggan Raya, Balikpapan Selatan, pada Senin (8/7).

Selama dua bulan pelaksanaan Gernas BCL di Balikpapan, telah terkumpul 38,8 ton sampah laut.

Program ini melibatkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan para nelayan tradisional untuk mengurangi sampah di laut dan pesisir, mulai dari awal Mei hingga pekan pertama Juli 2024.

Syarif Iwan Taruna Alkadrie menyatakan bahwa gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran nelayan terhadap dampak sampah laut yang merusak lingkungan.

"Gernas BCL dirancang untuk memulihkan kesehatan laut dari dampak negatif sampah plastik, sebagai bagian dari kebijakan ekonomi biru KKP yang dimulai sejak 2022. Tujuan kami adalah mengurangi 70 persen sampah laut pada tahun 2025, sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2018," ujar Syarif Iwan.

Dia juga menekankan bahwa sampah laut tidak hanya mencemari ekosistem, tetapi juga merugikan biota laut dan manusia yang bergantung pada laut sebagai sumber kehidupan.

"Nelayan adalah garda terdepan dalam perlindungan lingkungan laut, sehingga kami melibatkan mereka dalam gerakan ini," tambahnya.

Pada tahun 2024, Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut (PKRL) KKP melaksanakan Gernas BCL secara serentak di 22 kabupaten/kota di Indonesia.

Di wilayah kerja BPSPL Pontianak, pelaksanaan Gernas BCL dilakukan di Kota Balikpapan untuk ketiga kalinya. Enam kelompok nelayan tradisional yang terdiri dari 80 orang terlibat dalam kegiatan ini di tiga kecamatan.

Di Kecamatan Balikpapan, Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan Pesisir melibatkan 14 orang. Di Balikpapan Selatan, terdapat KUB Sinar Bahari dengan 12 orang, KUB Lee Batakan Fajar Cakrawala dengan 16 orang, KUB Anugrah Sinergi Bersatu, dan KUB Insani Jaya Mandiri.

Sementara itu, di Balikpapan Timur, KUB Teritip melibatkan 7 orang. Pengelolaan sampah dilakukan oleh Kota Hijau dan mitra Pegadaian Kanwil IV Balikpapan.

Kegiatan ini berlangsung dari 2 Mei 2024 hingga 8 Juli 2024, dengan total sampah yang terkumpul mencapai 38.845,09 kilogram atau 38,8 ton. Dari jumlah tersebut, 64 persen adalah sampah plastik, termasuk botol plastik dan sisa pembungkus makanan.

Sisanya terdiri dari 25 persen bahan lainnya, di mana 90 persen dari sampah yang dikumpulkan tidak memiliki nilai jual dan 10 persen memiliki nilai jual.

"Sampah ini memiliki nilai ekonomis, termasuk sampah plastik dan residu yang bisa diubah menjadi paving block, pupuk organik, dan makanan maggot," jelas Syarif Iwan.

BPSPL Pontianak berharap program Gernas BCL didukung oleh regulasi pemerintah, seperti penggunaan paving block atau batako dari sampah plastik untuk pembangunan infrastruktur minimal 20 persen.

"Dengan adanya pasar untuk produk dari sampah plastik, masyarakat akan lebih termotivasi untuk mengumpulkan sampah. Kami akan berupaya untuk menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah setelah Pilkada akhir tahun ini," katanya.

Selain itu, Syarif Iwan juga mengungkapkan bahwa di beberapa daerah, seperti Padang, sudah ada program penukaran sampah dengan emas yang difasilitasi oleh BUMN. "Kami berharap program ini juga bisa diterapkan di sini dengan dukungan dari Pegadaian," pungkasnya.

 
Editor : Thomas Dwi Priyandoko
#kkp #balikpapan