Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Revitalisasi Blok Kuliner Pasar Klandasan Dimulai, Total Anggaran Rp 3,7 Miliar

Dina Angelina • Senin, 5 Agustus 2024 | 15:57 WIB

DITERTIBKAN: Bangunan lama sudah mulai roboh dengan bantuan alat berat. Proyek revitalisasi blok kuliner Pasar Klandasan siap dimulai. (FOTO: ANGGI PRADITHA/KP)
DITERTIBKAN: Bangunan lama sudah mulai roboh dengan bantuan alat berat. Proyek revitalisasi blok kuliner Pasar Klandasan siap dimulai. (FOTO: ANGGI PRADITHA/KP)
KALTIMPOST.ID, Penataan kawasan kuliner Pasar Klandasan yang sudah dinanti setahun terakhir kini ada titik terang. Dinas Perdagangan memulai proyek revitalisasi Blok Kuliner Pasar Klandasan.

 

Sebelumnya Pemkot Balikpapan menertibkan 37 PKL yang memenuhi fasum dan fasos Pasar Klandasan pada 6 September 2023. Rencananya PKL yang ditertibkan akan menempati Blok Kuliner tersebut.

 

Pantauan Kaltim Post pada Senin (5/8), bangunan lama di samping kantor Kelurahan Klandasan Ulu menjadi lokasi Blok Kuliner. Beberapa bangunan di area ini sudah dirobohkan dengan bantuan alat berat.

 

Kepala Dinas Perdagangan Haemusri Umar mengatakan, proses pembangunan Blok Kuliner sudah berjalan. Pihaknya menyiapkan petak-petak untuk menampung pedagang kuliner. Sehingga memberikan rasa nyaman dalam berbelanja di Pasar Klandasan.

 

“Proses jual beli kuliner bisa tertata dengan rapi di Blok Kuliner Pasar Klandasan,” ucapnya. Berdasarkan data dalam LPSE Balikpapan, terdapat 18 peserta tender dengan kontraktor pemenang Rakid Putra Sugihasan.

 

Perusahaan ini memiliki alamat kantor di Jalan Gunung Empat Nomor 52 RT. 021 Margo Mulyo, Balikpapan Barat. Ada pun proses pekerjaan konstruksi ini memakan waktu selama 150 hari kalender.

 

“Ini pembangunan sudah on proses. Targetnya selesai pada Desember,” katanya. Total  anggaran dalam pembangunan proyek ini sebesar Rp 3,7 miliar yang berasal dari APBD 2024.

 

Jika nanti sudah rapi dan layak, pedagang bisa mengisi lokasi khusus kawasan kuliner tersebut. Tentu dengan bangunan yang layak dan memadai, pedagang bisa lebih nyaman. Mereka bisa memiliki jam operasional lebih lama di petak.

 

Sementara ini, total kapasitas yang disiapkan sebanyak 88 lapak. PKL tetap bisa berjualan, namun semua masuk dalam tenant atau kios kawasan kuliner. Haemusri menuturkan, pedagang bisa membuka gelar di tepi pantai.

 

Namun catatannya area tepi pantai ini hanya untuk area makan pembeli selama pukul 16.00 – 22.00 Wita. “Sistem di tepi pantai hanya boleh bongkar pasang. Tapi bukan ada tenda-tenda seperti permanen dan tempat masaknya di situ juga,” imbuhnya.

 

Dia menegaskan, area tepi pantai harus bersih dan bebas di pagi hari. Seperti di kawasan kuliner Melawai, PKL beroperasi sore hingga malam hari. Itu pun mereka hanya sore sampai malam hari. Lalu dibersihkan lagi dan bukan bangunan permanen. 

 

Editor : Uways Alqadrie
#revitalisasi #pasar klandasan #balikpapan