BALIKPAPAN- Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan menggelar jumpa media Balikpapan, Rabu (14/8) di Paramarasa Cafe. Kepala KPw BI Balikpapan Robi Ariadi menyampaikan kesiapan BI Balikpapan untuk melayani layanan keuangan di Ibu Kota Nusantara (IKN) menjelang momentum Hari Kemerdekaan 17 Agustus.
“Dalam beberapa pekan terakhir, aktivitas di IKN menunjukkan peningkatan signifikan. Terlihat dari transaksi perbankan di wilayah Penajam Paser Utara yang mencatat berkontribusi hingga 15 persen dari sebelumnya hanya 5-6 persen. Kantor-kantor bank di sana juga bertambah siginifikan. Untuk itu, kami juga menyediakan layanan kas di wilayah tersebut,” katanya.
Ia menjelaskan, layanan kas keliling ini dalam rangka menjalankan mandat undang-undang terkait pengedaran uang rupiah, BI Balikpapan bersama perbankan melakukan layanan kas keliling untuk memenuhi kebutuhan uang tunai di IKN dan sekitarnya.
Layanan kas keliling ini telah berlangsung sejak awal Agustus 2024 di tiga lokasi strategis, yakni Pasar Sepaku, Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) IKN, dan Kompleks Perkantoran Bank Indonesia (KOPERBI) IKN. “Kami layani setiap hari, kecuali hari libur,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaan kas keliling ini, Bank Indonesia Balikpapan berkolaborasi dengan BI Kaltim serta BNI Cabang Sepaku. “Kolaborasi ini ditandai dengan dimulainya kegiatan layanan penukaran uang oleh BNI Sepaku pada tanggal 6 dan dan 13 Agustus, kepada masyarakat dan pengunjung Pasar Sepaku dan sekitarnya," imbuh Robi.
“Selanjutnya, layanan kas keliling akan dilakukan setiap hari hingga akhir Agustus 2024 dengan alokasi uang tunai sebesar Rp 500 juta per kegiatan, fokus pada uang pecahan kecil seperti Rp 20 ribu hingga Rp100.000. Jadi tiga lokasi ini sekitar Rp 1,5 miliar,” kata Robi.
Selain melayani masyarakat, layanan kas keliling juga tersedia untuk perbankan di sekitar IKN, guna mendukung kebijakan clean money, yaitu menarik uang yang tidak layak edar dan menggantinya dengan uang baru.
Robi menegaskan komitmennya untuk memastikan pemenuhan kebutuhan uang rupiah yang layak edar, tepat denominasi, jumlah yang memadai, dan waktu yang sesuai di wilayah IKN.
“Bank Indonesia berencana untuk terus berkolaborasi dengan berbagai mitra kerja dan pemangku kebijakan, guna memastikan distribusi uang tunai di daerah penyangga IKN berjalan secara merata dan efektif,” pungkasnya. (aji/ms)
Editor : Ismet Rifani