Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Urus HAKI Agar Hasil Inovasi Tidak Dicuri

Supriyono Lupus • Jumat, 23 Agustus 2024 | 20:45 WIB
AGAR TAK DICURI: Kepala DP3AKB Balikpapan Heria Prisni (enam kiri) membuka sosialisasi HAKI.
AGAR TAK DICURI: Kepala DP3AKB Balikpapan Heria Prisni (enam kiri) membuka sosialisasi HAKI.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN-Sosialisasi pengurusan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dan Sertifikasi Produk Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) dihelat Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Balikpapan, Jumat (23/8) di Hotel Pacific.

Pesertanya merupakan pengelola Posyantek di Kota Balikpapan dan para inovator teknologi tepat guna (TTG) yang menjadi juara tahun 2024.

Kepala DP3AKB Balikpapan Heria Prisni membuka kegiatan ini, dan dihadiri narasumber dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Kegiatan ini dilaksanakan untuk mendorong berkembangnya ide-ide kreatif dan inovatif di masyarakat dan menunjang pengembangan wilayah dengan perlindungan produk atau hasil kreativitas peserta Posyantek agar tidak dicuri hak ciptanya.

Heria Prisni mengatakan teknologi dapat mempermudah kehidupan manusia dan saat ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan.

Teknologi juga merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan pembangunan dalam sektor ekonomi dan dituntut dalam menciptakan produk-produk terbaru untuk semakin mempermudah.

“Pengembangan teknologi yang rutin dilaksanakan DP3AKB adalah melaksanakan gelar dan lomba teknologi tepat guna setiap tahun dan pada tahun ini Kota Balikpapan meraih juara pertama tingkat Provinsi Kaltim dan mewakili ketingkat nasional yang diwakili bapak Antonius Luhur dengan produk kompor oli bekas,”ucapnya.

Sebagai lanjutan dari produk-produk yang dihasilkan oleh inovator dan untuk meningkatkan nilainya maka perlu pemberian HAKI, agar produk yang telah dimiliki dapat diakui keberadaannya dan tidak dapat ditiru atau diakui pihak lain  ke depannya.

“Dengan demikian tujuan dari kegiatan ini memberikan perlindungan atas hasil kreativitas, temuan, produk. Meningkatkan pemanfaatan dan pemasarannya serta kreativitasnya menuju keunggulan kompetitif daerah dan memasyarakatkan teknologi serta metode untuk menumbuhkan budaya entrepreneur,”imbuh Heria.

Antonius Luhur Budi dengan produk kompor oli bekas yang menjadi juara Provinsi Kaltim dan mewakili ke tingkat nasional mengatakan secara garis besar terbantu karena pengurusan HAKI membutuhkan proses.

“Kita masih belum tersentuh, khususnya alat TTG yang kami hasilkan sangat sederhana sekali. Namun Posyantek maupun produk TTG-nya sendiri harus berbenah diri dan produknya semakin ditingkatkan sehingga bisa mengarah ke HAKI itu,”sebutnya. (pus/far)

Editor : Faroq Zamzami
#haki #kekayaan intelektual #balikpapan