Serunya Bermain Rainbow Slider di Dalam Mal, Buzz Storyland Hadir hingga Akhir September
Oktavia Megaria• Senin, 2 September 2024 | 20:21 WIB
PENUH KESERUAN : Buzz Storyland yang hadir di Atrium Pentacity Mall, dapat menjadi destinasi untuk berakhir pekan bersama keluarga.(Foto: Okta)
KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Untuk kali pertama di Kaltim, papan seluncur pelangi atau rainbow slider dihadirkan dalam mall. Wahana dalam ruangan ini hadir di Atrium Pentacity Mall, Balikpapan Superblok (BSB).
Dengan panjang 20 meter, seluncuran warna-warni ini jadi daya tarik baru di Kaltim, khususnya Balikpapan. Mematok harga Rp 50 ribu, pengunjung dapat menikmati pengalaman berselancar sebanyak tiga kali.
Dikemas dalam tema Buzz Storyland, tak hanya rainbow slider, beberapa permainan juga tersedia untuk pengunjung. Seperti skill games, human claw, creative art dan fish scooping.
Dikatakan Hans Adipoetra selaku penanggung jawab Buzz Storyland, wahana ini hadir selama satu bulan, mulai 25 Agustus sampai 25 September. Tidak hanya dapat dinikmati oleh anak-anak, wahana permainan ini bisa dinikmati semua kalangan usia.
“Storyland ini memang hadir untuk semua usia. Jadi orang dewasa, keluarga atau mungkin pasangan, bisa main di sini. Untuk rainbow slider ini juga merupakan seluncuran indoor pertama di Kaltim,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa ada beberapa yang perlu diperhatikan untuk menikmati rainbow slider ini. Misalnya, wajib lepas alas kaki dan dianjurkan menggunakan kaos kaki.
Untuk satu sesi, hanya empat pengunjung yang bisa berseluncur secara bersamaan. Untuk anak di bawah 100 sentimeter, harus didampingi oleh pengasuh atau orangtuanya.
Hans menambahkan, rainbow slider ini memang ramai peminat. Antusias yang tinggi ini, membuat wahana tersebut cukup dipadati pengunjung, terlebih saat akhir pekan.
“Akhir pekan lalu antreannya lumayan panjang. Jadi setiap ada yang selesai, ada pengunjung lain yang masuk. Benar-benar ramai,” kata dia.
Akan tetapi bukan hanya rainbow slider, ia menyebut permainan lain juga cukup diminati oleh masyarakat. Salah satunya, fish scooping, yakni memancing ikan menggunakan metode Jepang. Di mana, pemancing memakai saringan yang jaringnya dari kertas.
Permainan tersebut dapat dimainkan oleh anak-anak dan dewasa. Berbeda dengan human claw, di mana hanya anak-anak yang diperbolehkan untuk mengambil snack yang ada di kolam khusus.
Disebutkan Hans, ini merupakan road show yang dilakukan oleh PT Efata Grasia Indonesia. Mereka akan berkeliling ke beberapa kota besar di Indonesia.
“Balikpapan ini jadi kota pertama yang kami kunjungi dan akan dilanjutkan ke beberapa kota lain,” pungkasnya.(*)