Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Penutupan Paduka Mulia 2024 Hadirkan Tokoh Penting, Ajak Mahasiswa Baru Kritis Berani Bersuara

Maria Irham • Selasa, 3 September 2024 | 15:36 WIB

Photo
Photo
Photo
Photo
NARASUMBER: Isran Noor tampil di depan mahasiswa baru UM di Ballroom Cheng Ho, Jumat (30/8). Foto lain seorang mahasiswa mengeluhkan selalu membeli air bersih meski musim hujan. Keluhannya mendapat repons positif dari Isran.

 

 BALIKPAPAN- Rangkaian kegiatan PKKMB Paduka Mulia Tahun 2024 di Universitas Mulia (UM) resmi ditutup Jumat (30/8). Pada kesempatan ini mahasiswa baru ditantang kritis dan berani bersuara, baik soal pengalaman pribadi, ketimpangan sosial, hingga sejumlah permasalahan di daerah di depan bakal calon gubernur Kaltim Isran Noor.

Turut hadir dalam acara itu Rektor UM Prof Dr Ir Muhammad Ahsin Rifa’i bersama Wakil Rektor Mundzir SKom MT, Ketua Panitia Riski Zulkarnain SPd MPd, Yustian Servanda SKom M.Kom, Gunawan ST MT, dosen serta undangan lainnya.

Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi mengatakan, panitia mengundang mantan Bupati Kutai Timur dan Gubernur Kaltim periode 2018-2023 tersebut untuk berdiskusi dengan mahasiswa. “Saya rasa pemimpin yang tepat itu akan membuat negeri ini jadi lebih bagus,” ujarnya.

Pasalnya, lanjut Agung, seorang mahasiswa baru tampak ragu dengan upaya yang dilakukan para pemimpin agar negeri ini menjadi lebih bagus, sedangkan biaya pendidikan sangat mahal.

“Padahal untuk mencapai tingkat lebih tinggi itu harus melalui pendidikan,” ujar Agung.

Dalam acara ini Isran diajak untuk berdiskusi bersama mahasiswa baru yang dikoordinasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Mulia Agung Widiyanto.

 Agung Widiyanto berharap, melalui diskusi ini, para mahasiswa baru ke depan dapat melanjutkan tangga perjuangan dan pergerakan mahasiswa di Universitas Mulia.

“Harapannya kepada teman-teman semua, mahasiswa baru lebih aktif lagi ketika menjadi mahasiswa. Lebih kritis dan bisa menjadi motor pergerakan mahasiswa untuk generasi masa depan dan untuk negara kita,” ujar Agung Widiyanto.

Tampil sebagai moderator Rizal Effendi, Wali Kota Balikpapan dua periode 2011-2021. “Adik-adik sekalian, ini hari Jumat yang berkah untuk kita semua. Kita kedatangan tamu istimewa, Pak Dr Isran Noor. Kita beri tepuk tangan untuk beliau,” tutur Rizal.

Istimewa lantaran Isran baru saja datang dari Rumah Sakit A Wahab Sjahranie Samarinda, kemudian menuju Kota Balikpapan. “Karena janji dengan Pak Agung, beliau datang akan berbicara di depan kalian, begitu. Jadi Pak Isran sejak kemarin menjalani pemeriksaan kesehatan untuk syarat mengikuti pemilihan gubernur,” tambahnya.

Dalam diskusi tersebut Isran berbicara di depan lebih dari 500 orang mahasiswa baru. Isran mengatakan merasa terhormat diundang berdiskusi untuk kedua kalinya. “Sebelumnya saya pernah diundang ke sini pada tempat yang sama bersama Prof. Jimly Asshiddiqie, seorang tokoh nasional yang ahli di bidang hukum tata negara. Beliau sekarang menjadi ketua MKMK,” tuturnya.

Dalam diskusi ini, Isran mengajak para mahasiswa untuk menerapkan praktik ketatanegaraan jika dibanding dengan membahas wawasan kebangsaan.

“Sekarang ini negara kita baru-baru ini hampir mengalami sebuah krisis ketatanegaraan. Hampir, hampir apa itu? Ada putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 60 dan 70, yang oleh kalangan DPR RI sebagian besar fraksi-fraksi ingin menganulir,” ujarnya.

“Untung mahasiswa sebagai penggerak di seluruh Tanah Air cepat bereaksi. Bisa dibayangkan kalau kemarin itu sempat disahkan, revisi undang-undang Pilkada, apa yang terjadi?” tambahnya.

Menurutnya, peristiwa tersebut akan memicu demonstrasi yang lebih besar di seluruh Indonesia, seperti yang terjadi pada tahun 1998 yang berujung lengsernya pemerintahan orde baru Presiden Soeharto.

Oleh karena itu, Isran berterima kasih atas peran besar mahasiswa dalam menerapkan sebuah demokrasi yang ideal, demokrasi yang sesuai dengan marwahnya.

“Dimanapun kalian harus mengawasi yang namanya jalannya demokrasi di Republik Indonesia ini. Kenapa? Kalian ini adalah calon-calon pemimpin ke depan. Kalau saya ini sudah tua, tapi muda perasaan saya,” ujarnya.

Memasuki sesi tanya jawab, Isran mempersilakan mahasiswa baru untuk berani bersuara, baik soal ketimpangan yang terjadi di masyarakat hingga permasalahan umum di daerah.

Beberapa pertanyaan pun mengemuka susul menyusul datang dari mahasiswa baru. Mulai dari polemik dinasti politik, ketimpangan BKT yang dinilai kurang tepat sasaran, masalah Bus Balikpapan City Trans, banjir dan macet hingga kebutuhan air bersih.

Khusus terhadap masalah kebutuhan air bersih, Isran Noor berjanji apabila kembali terpilih kembali sebagai Gubernur Kaltim periode selanjutnya, ia akan memprioritaskan kebutuhan air bersih di Kota Balikpapan.

“Insyaallah saya akan memprioritaskan kebutuhan air bersih di Balikpapan. Just my words,” ujar Isran Noor.

Terhadap pertanyaan kritis mahasiswa baru, Isran Noor mengatakan suka dan tidak keberatan. “Saya suka dengan kritikan-kritikan seperti itu, saya suka. Itu adalah real,” ujarnya. Isran berharap dapat berdiskusi kembali di Universitas Mulia pada masa berikutnya. (UM/mra)

Editor : Ismet Rifani
#isran noor #Universitas Mulia Balikpapan #Agung Sakti Pribadi #Paduka Mulia 2024