KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Melihat pertumbuhan ekonomi di Balikpapan dengan keberadaan IKN, kini kebutuhan sistem transportasi subsidi dengan skema buy the service (BTS) yang ditawarkan Kementerian Perhubungan semakin tinggi.
Jangka panjang, Balikpapan butuh beberapa koridor baru untuk layanan Balikpapan City Trans. Setidaknya untuk rute ke kawasan Manggar Balikpapan Timur, Kampung Baru Balikpapan Barat, dan Kariangau.
“Itu permintaan angkutan massal tinggi. Kariangau karena banyak pekerja,” kata Kepala Dishub Balikpapan Adwar Skenda Putra. Jika nantinya boleh mengusulkan koridor baru ke Kemenhub, kemungkinan besar ketiga rute tersebut.
Itu harus mengusulkan koridor baru lagi minimal 8-10 bus per koridor. Saat ini, jarak dari halte ke halte masih berkisar 150-200 meter. Menurutnya jarak ini termasuk pendek. Sebab di kota la in, jarak antarhalte bisa mencapai 500 meter.
Namun, saat ini, Dishub masih berfokus agar Balikpapan City Trans yang sudah tersedia di tiga koridor bisa berjalan lancar.
“Target selanjutnya memfasilitasi angkutan kota berubah menjadi feeder,” sebutnya.
Dia berharap, rencana ini bisa terwujud dengan dukungan anggaran daerah. Pihaknya masih membuat kajian rerouting angkot yang masuk dalam APBD Perubahan 2024.
“Target implementasi rerouting ini bisa jalan tahun depan,” ucapnya.
Apabila kajian sudah selesai, Dishub bisa langsung uji coba trayek baru. Edo menegaskan tentu kajian rerouting ini juga meminta pendapat sopir angkot selaku pelaku. Misalnya mana saja trayek baru yang potensial.
“Kita sudah kaji seperti Sungai Ampal, Gunung Pasir, Prapatan. Semua bisa jadi feeder,” tuturnya. Beberapa waktu lalu, Dishub telah melakukan audiensi dengan forum angkutan kota.
Hasilnya ada beberapa kesepakatan. Seperti angkutan umum massal bisa terkoneksi dengan angkot. Kemudian forum angkutan kota meminta jarak berhenti antara koridor angkutan massal dapat dievaluasi, sehingga tidak mengurangi pendapatan angkot. “Seiring beroperasi kembali Balikpapan City Trans, angkot diberi kemudahan dalam pengurusan uji kir dan izin trayek,” imbuhnya.
Nanti dibantu melalui forum angkutan kota dan ketua trayek masing-masing. Lalu Dishub akan mengukuhkan para ketua trayek angkot yang sudah ditunjuk sebelumnya. Mereka akan mendapat bimbingan teknis mengenai safety driving.
“Kami akan memfasilitasi seragam dan ID sopir angkot,” ujarnya. Namun dengan catatan, fasilitas ini berlaku bagi sopir angkot yang lulus uji kir dan telah memiliki izin trayek.
Editor : Hernawati