KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Awal Juni lalu, Pemkot Balikpapan menyampaikan siap mengambil langkah desalinasi sebagai upaya penyediaan kebutuhan air bersih. Kabarnya tahap awal desalinasi berjalan di kawasan Kampung Baru.
Ada pun rencana lokasi desalinasi di belakang area relokasi Rumah Sakit Sayang Ibu. Kapasitas desalinasi sebesar 120 liter per detik dengan mengambil air baku di sana untuk menyuplai ke sistem IPA Kampung Baru.
Opsi desalinasi kali ini memiliki konsep yang lebih murah dan terjangkau dibanding kajian beberapa tahun lalu. Kebutuhan dana sekitar Rp 50-60 miliar. Jauh lebih murah dibanding kajian sebelumnya hingga Rp 2,3 triliun.
Setidaknya butuh waktu sekitar 1,5 tahun sampai air hasil desalinasi bisa mengalir ke rumah warga. Lalu bagaimana dengan kabar realisasinya saat ini? Perumda Tirta Manutung Balikpapan (PTMB) telah menerima sejumlah tawaran investor terkait rencana itu.
“Terakhir sudah ada 8 penawaran yang masuk ke kami. Baik untuk desalinasi air laut maupun air payau,” kata Dirut PTMB Yudhi Saharuddin. Dia menambahkan, pihaknya membuka dua opsi desalinasi.
Baca Juga: Bukan Pipa Bocor, PTMB Lakukan Wash Out Demi Debit Air IPA Jadi Maksimal
Selain desalinasi air laut di Kampung Baru, ada desalinasi air payau yang berlokasi di kawasan Somber. Setelah ada penawaran yang masuk, PTMB kini melakukan kajian mendalam dari setiap proposal tersebut.
“Kami minta semua yang mengirim proposal untuk menghitung berapa nilai jual air. Jangan sampai harga terlalu tinggi,” sebutnya. Imbas harga jual yang tinggi, khawatirnya tidak sesuai dengan kemampuan daya beli masyarakat.
Selanjutnya apabila proposal sudah dilengkapi dengan nilai jual air, maka PTMB sudah bisa melakukan analisis keuangan. Dia menambahkan, semua upaya akan ditempuh untuk memenuhi kebutuhan air.
“Termasuk sekarang memperbaiki kebocoran pipa supaya pipa distribusi aman. Insyaallah lancar,” imbuhnya. Yudhi meyakini, berbagai upaya ini bisa membuahkan hasil pada tiga sampai empat tahun mendatang tak lagi krisis air baku.
Sembari itu, Pemkot Balikpapan melalui OPD terkait juga melakukan ekspose laporan pendahuluan pekerjaan kajian jaringan SPAM Sepaku Semoi. Ini opsi memenuhi kebutuhan air bersih dengan mengusahakan sumber air dari luar Balikpapan. (*)
Editor : Thomas Dwi Priyandoko