KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) membeberkan rencana jangka pendek dan panjang dalam mengatasi kriris air baku.
Salah satunya yang terdekat dengan menambah IPA untuk membantu IPA Kampung Damai.
Dirut PTMB Yudhi Saharuddin mengatakan, beban IPA Kampung Damai saat ini begitu besar.
Maka pihaknya menguat kajian pendahuluan untuk menambah IPA lagi membantu layanan IPA Kampung Damai.
Jika dalam kajian ternyata memungkinkan visibility, IPA yang akan dibangun nanti cukup kapasitas 30-40 liter per detik.
"Sehingga Kampung Damai tidak terlalu terbebani cukup besar, khususnya untuk Balikpapan Baru," katanya Senin (30/9).
Menurutnya rencana ini menjadi solusi jangka pendek yang paling bisa dilakukan dalam waktu dekat. Rencana lainnya, PTMB sudah bersurat untuk meningkat produksi Waduk Manggar dari 1.100 liter per detik menjadi 1.500 liter per detik.
Baca Juga: Pjs Wali Kota Balikpapan Audiensi dengan PTMB, Pantau Kondisi Layanan Air Bersih
"Kami menunggu rekomendasi surat izin pemanfaatan air (SIPA) dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV," sebutnya.
Apabila BWS bersedia mengeluarkan SIPA, maka ada tambahan produksi sebesar 400 liter per detik.
"Selanjutnya kami juga sedang mencari tempat untuk pengelolaan tambahan ini," ujarnya. Sebab membutuhkan IPA baru lagi. Dia optimistis, cara ini bisa mengurangi kekurangan air baku. Bahkan bisa menambah layanan baru.
Semua upaya berjalan pararel. Pihaknya juga menyiapkan kajian pembangunan IPA tersebut. Sembari menunggu rekomendasi teknis dari BWS Kalimantan IV.
Mereka akan menghitung berapa sebenarnya kapasitas daya tampung Waduk Manggar. Serta berapa yang bisa diambil. "Berapa inflow dan berapa outflow," tuturnya.
Upaya terakhir memastikan distribusi air dari Bendungan Sepaku Semoi. Apalagi jika Balikpapan berhasil mendapat suplai 1.000 liter per detik. "Itu bisa menambah layanan untuk berapa ratus ribu rumah. Jadi semakin besar," imbuhnya.
Yudhi menambahkan, semua upaya ini bisa terlihat dalam beberapa tahun mendatang. Setidaknya apabila tiga rencana tadi bisa terealisasi semua. "Saya rasa permasalahan di Balikpapan sudah mulai terurai berapa tahun ke depan" tandasnya. (*)
Editor : Thomas Priyandoko