KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Kapasitas Waduk Manggar dengan daya tampung air sebesar 14 juta kubik dianggap masih tidak sepadan dengan produksi air hanya sebesar 1.100 liter per detik.
Sebagai perbandingan, Bendungan Sepaku Semoi kapasitas 16 juta kubik dengan produksi 2.500 liter per detik.
Perumda Tirta Manutung Balikpapan (PTMB) berupaya meningkatkan jumlah produksi air di Waduk Manggar. Beberapa waktu lalu, PTMB bersurat kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV.
Baca Juga: Pjs Wali Kota Balikpapan Audiensi dengan PTMB, Pantau Kondisi Layanan Air Bersih
Isinya tentang permohonan peningkatan surat izin pemanfaatan air (SIPA) Waduk Manggar dari 1.100 liter per detik menjadi 1.500 liter per detik. Artinya ada tambahan 400 liter per detik.
“Asumsi kami bisa menambah layanan sekitar 35 ribu pelanggan baru. Sekalian untuk melayani kekurangan eksisting yang ada saat ini,” kata Dirut PTMB Yudhi Saharuddin. Mengingat kondisi eksisting masih kekurangan sekitar 500 liter per detik.
Sehingga memang butuh tambahan produksi air. Yudhi berharap, Pjs Wali Kota Balikpapan Ahmad Muzzakir bisa membantu dan berkoordinasi dengan BWS Kalimantan IV terkait peningkatan SIPA.
Baca Juga: Ini Update Rencana PTMB Atasi Kekurangan Air Baku di Balikpapan
“Semoga bisa mendorong ini sebagai percepatan agar tahun depan kami masukkan dalam perencanaan,” ucapnya. Jika BWS bisa mengeluarkan surat rekomendasi peningkatan SIPA, maka PTMB perlu membangun satu IPA lagi. Kapasitas 400 liter per detik.
"Itu akan sangat membantu beban IPA Kampung Damai yang saat ini begitu besar," ujarnya. Dia berharap, kegiatan ini bisa segera berjalan pada tahun depan. Saat ini, pihaknya melihat mana saia lokasi IPA yang potensial.
PTMB akan melihat lebih detil mana daerah yang belum banyak terjangkau. Lalu melakukan pendekatan di sana. Pihaknya menjalin komunikasi dengan prioritas lahan milik Pemkot Balikpapan.
"Kalau memang belum ada. Mungkin kami bisa bekerja sama dengan lokasi milik pengembang," imbuhnya. Seperti yang potensial Sinarmas. Sebab mereka membutuhkan layanan yang cukup besar untuk Grand City. Semua masih dalam kajian. (*)
Editor : Thomas Priyandoko