Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Penyebab Truk Amblas di Jalan MT Haryono Balikpapan: Tanah Belum Padat Tapi Kendaraan Berat Sudah Gunakan Bahu Jalan

Dina Angelina • Kamis, 3 Oktober 2024 | 18:48 WIB

Ruas Jalan MT Haryono yang masih dalam tahap pemadatan sehingga rawan amblas. (Foto: Anggi/KP)
Ruas Jalan MT Haryono yang masih dalam tahap pemadatan sehingga rawan amblas. (Foto: Anggi/KP)

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) angkat suara terkait aktivitas penanaman pipa di ruas Jalan MT Haryono. Penanaman pipa ini bersamaan dengan pekerjaan penataan jalan oleh Dinas Pekerjaan Umum.

Pada Senin (30/9), peristiwa truk amblas terjadi ruas jalan tersebut. Dinas PU mengklaim penataan jalan harusnya sudah masuk tahap pengecoran. Namun belum bisa dilakukan lantaran masih ada penanaman pipa PDAM.

Direktur Operasional Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) Ali Rachman mengatakan, pihaknya baru selesai menanam pipa transmisi di Jalan MT Haryono. Terutama titik simpang Beller menuju CIMB Niaga.

Menurutnya, proses penggantian pipa transmisi air terdiri dari beberapa tahapan. Usai pemasangan pipa, masih harus dilakukan pemadatan tanah hingga pengecoran. Sayangnya bahu jalan yang belum begitu kuat ini sudah dilewati kendaraan bermuatan berat.

“Kita baru proses penanaman pipa, belum sampai pengecoran,” katanya. Penanaman pun baru dari simpang Beller yang masuk bagian awal perbaikan. Itu yang sudah padat tanah. Sementara depan Andalas masih dalam proses pemadatan.

Ali menyayangkan, baru berapa hari selesai penanaman pipa dan ditambah kondisi hujan deras. Sementara ada truk bermuatan yang lewat menggunakan bahu jalan hingga tanah amblas. Terutama truk bermuatan 4-25 ton.

Sebab sesuai prosedur, area bahu jalan yang masih dalam pemadatan tidak bisa dilalui kendaraan terlalu berat.

“Mereka awalnya mengaku membawa beban 2 ton. Ternyata pas kami cek dengan alat ukur ada kendaraan 4 ton dan 25 ton,” bebernya.

Baca Juga: Jalan MT Haryono Amblas Akibat Perbaikan Pipa Transmisi Belum Rampung, Progres Penataan Jalan 73 Persen

Dengan begitu, truk melebihi muatan dari yang seharusnya. Biasanya proses pemadatan tanah membutuhkan waktu selama 2-3 minggu. Selama pemadatan, area ini belum bisa tersentuh kendaraan berat. Apalagi kondisinya hujan dan tanah lembek.

Teknisnya ada beberapa tahapan dalam proses perbaikan pipa transmisi. Setelah mengangkut hasil galian dan urukan pasir, pihaknya melakukan penanaman pipa. Mekanisme pekerjaan sambungan kurang lebih 30-45 menit per pipa.

“Setiap malam kita bisa pasang 3-6 batang pipa,” tuturnya. Seusai pemasangan, area ditutup lagi dengan urukan. Petugas melakukan pengecekan penanaman pipa apakah tersentuh akar pohon atau tidak.

Baca Juga: Semakin Nyaman dan Ramah bagi Pejalan Kaki, Jalan MT Haryono Dilengkapi Jalur Pedestrian

Jika terkena akar, maka perlu memasang seng plat pelindung pipa agar jangan sampai suatu saat pipa mengenai akar. Proses selanjutnya memberi urukan pasir, layer maksimal 30 sentimeter, dan pemadatan layer maksimal 25 sentimeter.

Terakhir lapisan beton pengecoran dan proyek dinyatakan rampung. Sementara tahap yang dikerjakan baru pemasangan pipa. “Amblas ini memang pekerjaan belum selesai dan kendaraan muatan berat yang seharusnya tidak lewat bahu jalan,” ungkapnya.

Seharusnya kendaraan berat hanya melewati jalan utama atau aspal. Sebab bahu jalan masih perlu pemadatan hingga nanti pengecoran lagi. PTMB menargetkan seluruh pekerjaan pemasangan pipa transmisi bisa rampung November. (*)

Editor : Thomas Priyandoko
#jalan mt haryono #PTMB #jalan amblas #balikpapan