12TRUK
///ADA FOTO 12TRUK
BALIKPAPAN- Sejumlah agen pemegang merek (APM) truk mulai melihat peluang di Kalimantan Timur, mengingat beberapa komoditas mulai perlahan naik.
Salah satunya PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI) yang bekerjasama dengan PT Star Wagen Indonesia (SWI), diler resmi Truk Mercedes-Benz mulai melakukan penjualan secara masif. Industri pertambangan dan perkebunan dinilai sangat potensial.
Presiden Direktur Star Wagen Indonesia, Fathul Muin, mengatakan, peta industri pertambangan dan perkebunan di Kalimantan, jaraknya tidak terlalu jauh. Beda cerita seperti di Kepulauan Riau, industri andalannya kelapa sawit.
“Kalau di Kalimantan, antara industri tambang batu bara, kelapa sawit, dan kayu, jaraknya tidak terlalu besar. Memang masih didominasi batu bara. Selain itu, kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, juga mendorong pertumbuhan industri dan lapangan usaha konstruksi. Kami melihat itu sebagai potensi market kami. Sehingga kami hadir di Balikpapan dengan membangun gedung baru,” terangnya.
Ia menambahkan, secara market, penjualan di Kalimantan masih didominasi dari sektor batu bara. Menurutnya, sektor ini masih akan menjadi penyumbang utama. Salah satu sentimen positif yang dapat mempengaruhi kinerja industri truk tahun ini adalah lonjakan produksi komoditas batubara ini.
“Portofolio truk Mercedes-Benz untuk segmen off-road memiliki lebih dari 60 persen populasi di Kalimantan. Oleh karena itu selain perluasan jaringan dealer, DCVI secara konsisten menawarkan strategi dukungan berkelanjutan,” ucap Naeem Hassim, Presiden Direktur DCVI.
Untuk menjawab kebutuhan, pihaknya memiliki diler seluas 1.500 m2, dilengkapi dengan fasilitas workshop yang modern dan gudang suku cadang yang mampu menampung lebih dari 1.800 item suku cadang, area kantor seluas 500 m2, fasilitas workshop 3 bay, dan ruang untuk overall component serta tersedianya jib-crane di dalam area workshop SWI.
Pihaknya juga fokus kepada layanan purna jual. Seperti menyediakan pelatihan dan perbaikan langsung di tempat. Jadi, pihaknya menaruh beberapa mekanik di site-site. “Tidak mungkin mereka datang ke diler. Tentu kami yang jemput bola, atau sudah memberikan pelatihan kepada para mekanik,” katanya.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales (pabrik ke dealer) truk nasional terkoreksi 37 persen year on year (YoY) menjadi 9.926 unit per Februari 2024. Penjualan retail (dealer ke konsumen) truk nasional juga menyusut 33 persen YoY menjadi 10.373 unit. (aji/ms)
Editor : Ismet Rifani