KALTIMPOST.ID, Tercatat pada triwulan ketiga 2024, Pelni Cabang Balikpapan telah melayani penumpang hingga lebih dari 163 ribu orang.
Itu jumlah penumpang yang bergerak dari arah Balikpapan ke wilayah selatan atau wilayah tengah Sulawesi.
Jika dibanding triwulan sebelumnya, angka ini mengalami peningkatan. Namun secara year to year, jumlah penumpang sedikit berkurang.
Kepala Pelni Cabang Balikpapan Jasman mengatakan, penurunan penumpang ini bukan hal yang signifikan.
“Jumlahnya hanya ratusan orang saja penurunannya. Total sudah 163 ribu penumpang, bagi Pelni ini tetap capaian yang besar,” katanya.
Jasman menjelaskan, penurunan penumpang secara year to year ini berdasarkan banyak faktor.
Baca Juga: Sederet Fakta-Fakta di Balik Ledakan Speedboat yang Tewaskan Cagub Maluku Utara Benny Laos
Dia menegaskan, bukan karena ada penumpang yang lari atau pindah ke layanan lain. “Namun posisi KM Labobar punya jalur A dan jalur B. Jadi kurang maksimal dalam mengangkut penumpang,” sebutnya.
Kemudian untuk rute Balikpapan – Surabaya juga dari pihak ketiga sudah lancar. Sehingga penumpang mulai terurai.
Faktor lainnya, keberadaan proyek RDMP sebagai proyek strategis nasional (PSN) telah memasuki tahap finishing.
“Pekerjaannya sudah mulai berkurang juga. Pergerakan calon penumpang sebagai karyawan RDMP yang biasa menggunakan kapal ikut berkurang,” tuturnya. Terakhir faktor pembangunan IKN.
Baca Juga: Profil Calon Gubernur Malut Benny Laos yang Meninggal Dunia Usai Ledakan Speedboat di Taliabu
Jasman menyadari pada tahun lalu, pembangunan IKN begitu dikebut maksimal. Maka dampaknya mulai terasa tahun ini beberapa proyek pembangunan sudah rampung.
Meski begitu, pihaknya menilai rute dari Balikpapan masih memiliki potensi yang besar. Apalagi ada daerah yang belum terlayani atau pun rute yang sudah ada masih kekurangan armada.
“Kami berharap ada kapal baru ke wilayah utara dan selatan. Seperti daerah Kupang dan sebagainya,” bebernya.
Di antaranya Maumere, Lewoleba, Makassar, Parepare, Gorontalo. Semua rute potensial berkembang dan termasuk jalur gemuk. Mengingat keberadaan Pelabuhan Semayang tidak hanya digunakan warga Balikpapan.
Baca Juga: Proyek Drainase Jalan Pangeran Suryanata: Dinas PUPRK Bontang Terbitkan Surat Peringatan Kedua
Namun, juga menjadi tempat bergantung kota-kota lainnya. Mulai dari Bontang, Sangatta, Samarinda, hingga Banjarmasin.
“Pelayarannya bisa menjangkau ke tempat-tempat yang dituju calon penumpang,” sebutnya.
Belum lagi rute Balikpapan – Jakarta juga masih terputus. Dia berharap jalur ini bisa hadir di masa mendatang. Sementara ini, KM Labobar hanya bersandar hingga Surabaya.
Menurutnya rute ini penting untuk mendukung keberadaan IKN. Sehingga memudahkan mereka yang ingin bepergian dan membawa logistik besar. “Semoga ada jalur dari Balikpapan – Jakarta,” imbuhnya.
Sebagai informasi, kini semua layanan Pelni juga sudah bisa diakses dalam genggaman handphone.
Calon penumpang tidak perlu lagi repot. Penjualan tiket bisa go show, online, maupun minimarket yang mendukung penjualan online.
Beberapa waktu lalu, Pelni Cabang Balikpapan baru saja meresmikan kantor usai mengalami renovasi sejak tahun lalu.
“Ini memberikan kenyamanan calon penumpang, bagaimana bisa seefisien mungkin saat membeli tiket,” pungkasnya. (*)
Dapatkan info dan berita update lain dari Kaltim Post. Gabung/join dengan klik >> Whatsapp Channel Kaltim Post
Editor : Dwi Puspitarini