Ayah Korban Tabrak Lari di Balikpapan Tuntut Keadilan, Minta Pelaku Dihukum Setimpal
Syahrul Ramadan• Rabu, 23 Oktober 2024 | 10:29 WIB
Proses memakamkan korban tabrak lari yang terjadi di kawasan BDS, Balikpapan Selatan.
KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN — Insiden mengenaskan menimpa seorang bocah berusia 4 tahun yang tewas setelah terseret mobil dalam sebuah tabrak lari di kawasan Bukit Damai Sentosa (BDS), Balikpapan Selatan pada Senin (21/10/2024)
Kejadian tragis ini membuat keluarga korban mengalami duka mendalam, terutama sang ayah, yang kini menuntut hukuman mati bagi pelaku Wahyu Sugiarto atau WS (22).
Ayah korban, Suparwoto, menceritakan insiden tabrak lari yang menimpa keluarga kecilnya.
Saat itu, dia sedang mengendarai sepeda motor Supra X 125 dengan membonceng istri dan anaknya dari arah BDS mau menuju ke arah BJBJ.
“Saya posisinya dari BDS mau arah ke BJBJ,” ucapnya saat ditemui Kaltim Post di kediamannya pada Selasa (22/10).
Di persimpangan lampu merah BDS itu, sudah tampak terlihat ada banyak polisi.
“Di situ ada polisi teriak-teriak rampok-rampok,” ungkapnya.
Mobil yang dibawa pelaku tersebut melaju kencang dan menerobos lampu merah, jadi ada dua mobil lolos tidak tertabrak.
Ketika ia mau belok ke kanan menuju BJBJ, tiba-tiba mobil pelaku langsung menabrak motornya dari arah kanan.
Dirinya juga sempat untuk menghindar namun mobil pelaku terus memaksa melaju.
“Karena posisinya saya banting ke kanan lalu mobil itu langsung neyelonong nabrak saya,” sambungnya.
“Saya di persimpangan sudah lampu hijau, mobil yang menabrak ini jelas menerobos lampu merah,” ucap Suparwoto.
Dari situ, motor yang dikendarainya ditabrak dari depan oleh pelaku.
“Mamanya (istri, Red) sempat loncat, saya terlempar dan anak saya tersangkut di mobil pelaku,” tuturnya sambil menahan sedih saat menceritakan peristiwa tabrak lari.
Dikatakannya, ia sempat berusaha untuk menolong anaknya dengan menariknya, tapi mobil itu terus tancap gas.
“Jadi tidak bisa saya untuk menolong anak,” ucapnya.
Anaknya terseret jauh mulai lampu merah sampai tanjakan Universitas Mulia Balikpapan. Dalam keadaan luka-luka, Suparwoto, mengejar mobil tersebut.
“Saya langsung menolong dan mengangkat anak saya. Di situ saya sudah tidak kuat lagi dan langsung meminta pertolongan warga,” ulasnya.
Sesampainya, di masjid baru mendapatkan pertolongan mobil ambulace.
Akibat peristiwa ini ayah korban menuntut keadilan supaya pelaku tabrak lari dihukum mati.
“Saya berharap pelakunya bisa dihukum mati,” tegasnya sembari gemetar.
Suparwoto mengungkapkan, jadi yang membuat dirinya geram dan kesal pelaku tidak hanya menghilangkan nyawa anaknya.
Karena pelaku ini diduga juga terlibat dalam kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan narkoba.
“Makanya saat saya ditanya pihak kepolisian saya jawab ini pelakunya harus dihukum mati karena sudah banyak Pasal yang menjerat pelaku,” ucapnya.
Bahkan yang ditabrak bukan hanya satu orang saja, tapi ada juga kendaraan lain.
“Kemudian informasi yang saya terima mobil yang dikendarai juga hasil curian. Dia rental mobil tapi tidak dikembalikan artinya kan pencurian,” pungkasnya.(*)