Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Soal Pendidikan di Masa Rahmad Mas'ud, Rendy-Eddy Komentar Harusnya Alokasi Anggaran Bisa Ditambah

Syahrul Ramadan • Kamis, 24 Oktober 2024 | 07:53 WIB
Rahmad-Bagus dan Rendy-Eddy. (Foto: Anggi/KP)
Rahmad-Bagus dan Rendy-Eddy. (Foto: Anggi/KP)
 
KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN — Debat perdana pemilihan kepala daerah (pilkada) 2024 Balikpapan, pasangan calon (paslon) Rahmad-Bagus melontarkan pertanyaan kepada Rendy-Eddy.
 
Debat ini berlangsung di Hotel Novotel Balikpapan pada Rabu (23/10).
 
Dalam segmen keempat, calon wali kota nomor urut satu, Rahmad melontarkan pertanyaan mengenai program pendidikan yang sudah dijalankannya selama periode kepemimpinannya.
 
“Untuk meringankan masyarakat di bidang pendidikan dengan memberikan seragam sekolah gratis dari kelas satu sampai kelas tujuh serta memberikan SPP kepada sekolah Swasta,” ulas Rahmad.
 
Adapun pertanyaan yang dilontarkan yaitu, apakah setuju dengan kebijakan yang dilakukan pemerintah sekarang ini?
 
Lebih lanjut, kata Rahmad, apakah setuju juga untuk kebijakan tersebut diperluas di masa yang akan datang.
 
Baca Juga: Debat Publik Pilkada Balikpapan: Syukri Wahid dan Rahmad Mas'ud Satu Adu Data Soal Korupsi
 
Menanggapi itu, calon wali kota nomor urut dua (2), Rendy menyampaikan bahwa program pendidikan bukan soal setuju atau tidak, tapi pendidikan merupakan kewajiban yang tertuang secara konstitusional.
 
“Karena itu ke depan hal-hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan harus benar-benar mendapatkan prioritas utama, khususnya berkaitan dengan pembiayaan,” jawab Rendy.
 
Menurutnya kewenangan pemerintah adalah SD, SMP, dan SMA.
 
“Tentu kita akan melakukan upaya-upaya konkret untuk pelayanan pendidikan supaya bisa kita berikan secara optimal,” jelasnya.
 
Lanjutnya, terkait biayanya tidak lagi membebani warga Balikpapan.
 
“APBD kota Balikpapan untuk pendidikan sudah cukup tinggi yakni sudah mencapai 20 persen maka secara undang-undang harus dialokasikan untuk pendidikan,” tambah Eddy, calon wakil wali kota nomor 2.
 
Dikatakannya, bahwa masih banyak warga yang belum mampu untuk membayar biaya seragam sekolah, sepatu, topi, dan lembar kegiatan sekolah harus bayar.
 
“Jadi bapak dengan 20 persen sebagai kepala daerah, harusnya menambah alokasi untuk anak sekolah yang jelas kurang mampu dan harus diperhatikan,” ucapnya menanggapi kepemimpinan Rahmad sebagai Wali Kota Balikpapan.(*)
Editor : Thomas Dwi Priyandoko
#debat publik #balikpapan