Antisipasi Kenaikan Harga Bahan Pokok Penting, Balikpapan Punya Toko Penyeimbang
Dina Angelina• Jumat, 25 Oktober 2024 | 06:30 WIB
Toko penyeimbang di Pasar Klandasan. (Foto: Anggi/KP)
KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Toko penyeimbang lahir dari kerja sama beberapa pihak terkait. Seperti tim pengendalian inflasi daerah (TPID) dan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIF).
Khusus di Balikpapan, pelaksana toko penyimbang diamanatkan kepada Perumda Manuntung Sukses. Semangat toko penyeimbang untuk menstabilkan harga pangan yang kerap menyumbang inflasi.
Kabag Perekonomian Setdakot Balikpapan Sri Hartini Anugraha mengatakan, toko penyeimbang hadir dengan tujuan agar harga bisa terkendali di pasar. Tidak mengikuti harga yang bisa suatu saat kapan saja melonjak.
"Misalnya saat menjelang puasa biasanya harga bahan pokok mulai naik, padahal stok atau ketersediaan terjaga saja," ujarnya. Dia menjelaskan, seharusnya saat stok barang terbukti aman tentu tak ada alasan harga jual meningkat.
"Jadi yang ingin kami jaga yakni kestabilan harga. Terutama pada momen-momen tertentu yang menimbulkan keresahan masyarakat," bebernya. Sehingga dengan toko penyimbang harga tetap terkendali.
Dengan demikian, itu merupakan peran yang harus dilakukan perumda untuk menjaga kestabilan harga bahan pokok. Titin sapaan akrabnya meyakini, harga tetap bisa terjaga apabila stok komoditas aman.
Dia melihat khusus bahan pokok penting (bapokting) hingga saat ini ketersediaan masih terjaga di Kota Balikpapan. Nantinya toko penyeimbang hanya bergerak di bapokting. "Kalau stok aman, harga lagi yang kita jaga," imbuhnya.
Titin menambahkan, sasaran konsumen toko penyeimbang adalah masyarakat secara langsung. Bukan menjual untuk pedagang besar. Pihaknya sudah menyiapkan mekanisme pengawasan.
Itu yang membuat teknis penjualan dilakukan oleh Perumda Manuntung Sukses. "Mulai dari siapa yang beli sampai maksimal pembelian sudah diatur," ujarnya. Antisipasi tidak ada pembeli dari pedagang juga. (*)