Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Ini Dia Keunggulan Berbelanja di Kios Penyeimbang di Pasar Klandasan Balikpapan

Dina Angelina • Jumat, 25 Oktober 2024 | 14:52 WIB

 

Kios penyeimbang menjual bahan pokok penting. (Foto: Anggi/KP)
Kios penyeimbang menjual bahan pokok penting. (Foto: Anggi/KP)

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Kios penyeimbang di Pasar Klandasan Balipapan telah beroperasi melayani masyarakat.

Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik dan Pjs Wali Kota Balikpapan Ahmad Muzakkir telah meresmikan secara langsung pada Jumat (25/10).

Seperti diketahui, kios penyeimbang merupakan kerja sama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

Namun secara teknis dikelola oleh Perumda Manuntung Sukses.

Kepala Dinas Perdagangan Haemusri Umar mengatakan, kios penyeimbang mampu menjadi kontrol harga komoditas yang beredar di pasar.

Sebab pedagang di pasar tidak akan menjual barang melampaui harga dari toko penyeimbang.

“Kami pastikan dengan kebijakan ini ketersediaan komoditas aman dan distribusi lancar. Itu fungsi utama kios penyeimbang,” katanya. Jika di kios penyeimbang tidak tersedia komoditasnya, maka dipastikan tidak ada juga di pedagang lain.

Baca Juga: Kios Penyeimbang Mulai Berjualan di Balikpapan, Bentuk Intervensi Pemerintah Jaga Kestabilan Harga Pangan

Namun jika komoditas aman tersedia di toko penyeimbang, Dinas Perdagangan meyakini stok aman beredar juga di pedagang pasar.

“Sementara ini baru tersedia sekitar 7 komoditasi di kios penyeimbang,” imbuhnya.

Terutama yang termasuk dalam kategori bahan pokok penting (bapokting). Di antaranya beras, minyak, telur, dan gula.

Sementara untuk hortikultura yakni cabai, bawang, dan tomat dibantu oleh pasokan petani lokal.

Dia memastikan harga toko penyeimbang berdasarkan harga eceran tertinggi (HET) yang dirilis oleh Dinas Perdagangan.

“Kalau harga dijual pedagang lain biasanya tergantung ongkos angkut dan sebagainya,” bebernya.

Pihaknya juga sudah melakukan pendataan dari seluruh pasar tradisional yang ada, harga jual tertinggi berada di Pasar Klandasan.

Maka penting keberadaan toko penyeimbang untuk mengendalikan harga di pasar.

“Pedagang harus terima kios penyeimbang karena ini kebijakan nasional. Saya sudah sosialisasi kepada pedagang untuk mendukung ini. Mereka pasti terima,” bebernya.

Sebelumnya kios penyeimbang sudah lebih dulu ada di Pasar Segiri Samarinda.

Awalnya penetapan kios penyeimbang hanya berada di Samarinda dan Balikpapan. Namun tahun ini, program semakin meluas dengan tambahan sampel Penajam Paser Utara dan Berau.

Artinya dari tingkat kebutuhan pangan butuh pengendalian. Khususnya pada daerah bukan penghasil seperti Kaltim. “Tapi kami fokus pada sumber pasokan dari Jawa dan Sulawesi,” ucapnya.

Kini Balikpapan memiliki dua kios penyeimbang dengan nama kios Gesit atau gerakan stabilisasi inflasi terkendali.

Baca Juga: Jalan Ruhui Rahayu Balikpapan Ditutup Bertahap, Lalu Lintas Dari dan Menuju Dome Direkayasa 10 Hari

Selain di Pasar Klandasan, kios ini tersedia di Pasar Pandansari. Keduanya sudah mulai beroperasi setelah momen peresmian.

“Kalau kami rencana di semua pasar harus ada kios penyeimbang. Jadi kami bisa kendalikan kebutuhan pangan sampai harga dari aspek pemerintah,” ungkapnya. Kios penyeimbang merupakan kebijakan Pemprov Kaltim dalam mengendalikan inflasi.

Setiap kabupaten/kota diminta menerapkan kebijakan tersebut. Pemkot Balikpapan mendukung program Pemprov Kaltim sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri untuk strategi kebijakan pengendalian inflasi daerah.

Misalnya melalui kios penyeimbang. Data harga komoditas pangan sesuai dengan yang dirilis oleh Dinas Perdagangan. Itu juga dilaporkan ke sistem pemantauan pasar dan kebutuhan pokok (SP2KP) milik Kementerian Perdagangan.

“Pantauan saat ini harga seluruh komoditas sekarang masih normal,” tuturnya. Seperti beras, cadangan aman sampai akhir tahun maupun Januari 2025. Begitu pula komoditas lain stok melimpah dan harga dipastikan terjaga. (gel)

Editor : Thomas Dwi Priyandoko
#perdagangan #Toko Penyeimbang #balikpapan