KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – 27 siswa SD Tunas Budi Luhur Balikpapan, berhasil meraih beragam juara dalam International Kangaroo Science Contest (IKSC) 2024. Masing-masing dengan kategori dari kelas 1 hingga kelas 6.
Hasil kompetisi ini baru saja diumumkan pada November. Salah satunya Jevan Sanjaya, siswa kelas 4 berhasil meraih medali emas. Dia bersaing dengan 7.930 siswa se-Indonesia pada level ecolier.
Sebagai bentuk persiapan lomba, Jevan belajar tak hanya di sekolah dengan bimbingan guru. Dia juga aktif lanjut belajar di rumah dibantu orangtua. Jevan bercerita, sebenarnya lebih menyukai mata pelajaran matematika.
Namun dia tidak menyangka saat mengikuti lomba sains, ternyata bisa meraih medali emas. “Karena baru berada di kelas 4 ini baru belajar sains,” katanya. Jevan mulai aktif mengikuti lomba pada tahun ini.
Baca Juga: Balikpapan Timur Bakal Punya Rumah Sakit, Tahun Depan Lelang Proyek setelah Anggaran Disahkan
Khususnya karena mengikuti arahan dan bimbingan guru. Kali pertama dia mengikuti lomba yakni Southeast Asian Mathematical Olympiad (SEAMO). Menurutnya kompetisi matematika terasa lebih sulit.
Selain Jevan, ada Kelvin Lin dan Mayreen Weina Ho meraih silver untuk kategori kelas 6 dalam IKSC 2024. Serta Mikaela Valencia Sumolang meraih bronze. Mereka bersaing dengan total 8.181 siswa.
Bagi Mayreen, ini lomba pertamanya di bidang akademik. “Kesulitan saat mencari rumus seperti kecepatan. Apalagi ini memang belum dipelajari di kelas,” tuturnya. Sedangkan bagi Kelvin ini lomba kedua, sebelumnya dia ikut matematika.
Serta Mikaela merasa lebih aktif lomba Bahasa Inggris yang selama ini menjadi minat. Lomba IPA lebih sulit karena terdapat materi fisika, kimia, dan biologi. Mereka mengaku full belajar di sekolah bersama guru.
Selain kisah mereka, TK Tunas Budi Luhur juga meraih medali silver dari ajang SEAMO 2024 pada Oktober. Kemudian kejuaran trofeo handball atau bola tangan, tim putri SD Tunas Budi Luhur mendapatkan gelar juara I dan putra juara III tingkat Balikpapan.
Tim handball sudah aktif sekitar dua tahun terakhir. Awalnya mereka tidak tahu soal handball, tapi setelah mencoba ternyata menjadi hobi sampai akhirnya mempelajari teknik-teknik.
Kepala SD Tunas Budi Luhur Novia Purwitasari bercerita, selama ini banyak kompetisi untuk siswa semata-mata bukan hanya mengejar kemenangan. Sekolah ingin melatih kemampuan dan mental siswa. Bahwa kalah dan menang hal biasa dalam kompetisi.
“Biasanya pelatihan intens baru H-2 minggu acara. Kami latih dalam pertemuan satu atau dua jam setiap hari,” katanya. Ini pun bukan termasuk bimbel alias tidak ada pungutan biaya. Semua dari guru yang memberi arahan kepada siswa.
Guru akan memberi soal latihan. Kemudian saat kompetisi berjalan dilakukan secara mendadak seperti ulangan. “Kami coba mana saja anak-anak yang berminat dan punya potensi ikut kompetisi sesuai bidang masing-masing,” ucapnya.
Contoh ada yang terbiasa ikut lomba matematika atau olahraga. Namun saat mencoba kompetisi sains terbukti mereka mampu. Sebagai informasi, SD Tunas Budi Luhur menjalin menjalin kerja sama dengan beberapa lembaga.
Seperti Institute of Mathematics and Science Olympiad (IMASO) dan Pusat Olimpiade Sains Indonesia (POSI). “Jadi setiap ada kompetisi dari mereka, lokasi tuan rumah untuk perwakilan Kaltim ada di SD Tunas Budi Luhur,” tuturnya.
Novia menjelaskan, Yayasan Pendidikan Tunas Budi Luhur Balikpapan berfokus pada tiga hal utama. Pertama menanamkan nilai kebudiluhuran sejak dini. “Kami percaya karakter adalah fondasi dari prestasi,” sebutnya.
Kemudian sekolah penguasaan tiga bahasa dari Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Mandarin. Sehingga siswa siap bersaing di tingkat internasional. “Serta fokus pada program sang juara prestasi gemilang.
“Siswa berkesempatan meraih prestasi dalam bidang akademik dan nonakademik,” ungkapnya. Pihaknya bersiap membuka penerimaan siswa baru Tahun Ajaran 2025/2026. Gelombang 1 dibuka mulai 1 November hingga 31 Desember. (*)
Editor : Ery Supriyadi