KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN-Yuliana Aisyah Rauf, siswa kelas VIII dari SMP 3 Balikpapan, berhasil meraih juara pertama dalam Hakordia Video Competition 2024 kategori SMP yang diselenggarakan oleh Inspektorat Balikpapan.
Dalam videonya, Yuliana mampu menyuarakan ketidakadilan dan melawan korupsi dengan narasi yang sesuai dengan usianya.
Tema video yang diangkatnya adalah "Mencegah Korupsi Sedari Dini," yang membawanya meraih hadiah sebesar Rp 5 juta. Video tersebut dibuat bersama kakaknya di Taman Bekapai dengan durasi pengambilan gambar selama 2 jam.
Yuliana merasa sangat senang dan bangga atas penghargaan yang diterimanya. Ia tidak menyangka bisa menjadi juara dan merasa karyanya diapresiasi oleh Pemerintah Kota Balikpapan. Banyak teman dan guru di sekolahnya juga ikut serta dalam lomba video ini.
"Semoga semua warga Kota Balikpapan tidak melakukan korupsi dan berharap agar korupsi ini diberantas agar tidak ada lagi kerugian yang ditimbulkan di negara Indonesia," ungkapnya.
Dalam videonya, Yuliana menyampaikan pesan, "Korupsi adalah pencurian hak, pencegahannya bisa dimulai dari hal kecil, seperti tidak mencontek saat ujian, tidak mengambil uang lebih dari kantin, atau tidak pura-pura lupa membayar iuran kelas. Aku tahu jujur itu tidak mudah, kadang malu, kadang takut. Tapi, itulah integritas. Integritas itu bukan hanya ketika kita dilihat orang lain, tapi siapa kita sebenarnya. Di Hari Anti Korupsi ini, mari kita menuju Indonesia bersih, adil, dan hebat dari aku, kamu, dan kita semua."
Tim Panitia Hakordia memilih juri dari pihak eksternal, yaitu Komunitas Penyuluh Anti Korupsi (Kompak Kaltim) dan Komunitas Cinema Balikpapan, dengan total 4 orang juri.
"Alhamdulillah, video competition berjalan sukses berkat dukungan semua pihak. Mulai dari publikasi di berbagai media sosial seperti Instagram, publikasi di media cetak, hingga imbauan kepada seluruh kepala perangkat daerah di Kota Balikpapan melalui e-office Balikpapan," ungkap Inspektur Kota Balikpapan, Silvia Rahmadina.(*)
Editor : Thomas Priyandoko