Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Tingkatkan Ketahanan Pangan dan Kemandirian, Kampung Receh GSU Bangun Sinergisitas

Supriyono Lupus • Rabu, 11 Desember 2024 | 19:01 WIB
SINERGI: Ketua LPM Gunung Sari Ulu Nur Ivansyah dengan Kabid Perikanan DP3 Balikpapan, Lestari (dua kanan) bersinergi memberi pelatihan budi daya ikan dalam kolam terpal kepada kader Kampung Receh.
SINERGI: Ketua LPM Gunung Sari Ulu Nur Ivansyah dengan Kabid Perikanan DP3 Balikpapan, Lestari (dua kanan) bersinergi memberi pelatihan budi daya ikan dalam kolam terpal kepada kader Kampung Receh.

KALTIMPOST.ID, Ketua LPM Gunung Sari Ulu (GSU), Nur Ivansyah membentuk Kampung Receh di RT 12 untuk dijadikan sebuah kampung yang bisa berkembang menjadi mandiri dalam era modern ini.

Memang terlihat seperti tantangan yang besar, namun dengan langkah yang tepat, dirinya bisa menciptakan perubahan positif yang signifikan di lingkungan itu.

Panca, sapaan akrab ketua LPM GSU, mengatakan bahwa hal itu tidak akan terwujud tanpa kolaborasi antarseluruh pihak, utamanya warga itu sendiri.

"Bagaimana kekompakan, rasa gotong royong, keguyuban warganya yang salah satunya mampu membuat sumur bor secara swadaya. Membangun kampungnya menjadi lebih mandiri yang pada akhirnya berimbas pada peningkatan ekonomi warganya," jelasnya.

Panca menuturkan, beberapa sinergisitas akan terjalin dalam memajukan Kampung Receh RT 12 Kelurahan Gunung Sari Ulu, Balikpapan Tengah.

CSR perusahaan tertarik untuk turut berperan aktif memberikan kepedulian sosial terhadap lingkungan sekitarnya.

Selain perusahaan, bersama Universitas Mulia juga telah terjalin komunikasi intens untuk menggunakan aplikasi yang digunakan mematikan maupun menghidupkan pompanya pada WTP yang ada.

"Memanfaatkan teknologi melalui smartphone. Karena selama ini terjadwal penggiliran airnya seperti jam pagi atau sore hidupkan air dengan manual. Adanya ini jadi memudahkan warga," ungkap Panca.

Kampung Receh ini menjadi simbol di wilayah itu, yang selama ini potensi tinggi terdapat di wilayah timur dan utara. Namun di Balikpapan Tengah ini bisa memanfaatkan lahan pekarangan warga.

Selain itu, di Kampung Receh ketahanan pangan semakin digalakkan dengan budi daya ikan dalam terpal.

Gayung bersambut, melalui sinergisitas dengan pemerintah pun dijajakinya yakni Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DP3) Kota Balikpapan.

Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DP3) Kota Balikpapan Sri Wahjuningsih melalui Kabid Perikanan DP3 Balikpapan, Lestari, mengatakan koordinasi yang dilakukan LPM GSU ke DP3 selaras dengan program yang ada, terkait peningkatan ketahanan pangan, salah satunya budi daya ikan.

Program tersebut, katanya, ada di anggaran 2025 melalui pelatihan budi daya ikan dalam kolam terpal untuk pekarangan terbatas.

"Gayung bersambut, kader di Kampung Receh itu menjadi sasaran program tersebut. Pelatihan itu diajarkan untuk pemanfaatan pekarangan dan bisa menunjang ketahanan pangannya," sebutnya.

Dia mengatakan dengan swadaya masyarakat untuk menunjang ketahanan pangan seperti ini pastinya sangat bagus yang selaras dengan program pemerintah.

DP3 akan memfasilitasi pendampingan untuk pemantapannya karena didukung oleh kemauan dan tenaga serta keinginan yang tinggi dari masyarakatnya langsung. Sebab, kalau dari pemerintah saja tetapi tidak didukung masyarakat bisa jadi panas-panas di awal saja tanpa berkelanjutan.

"Kita support dengan program-program yang bisa meningkatkan ekonomi masyarakat setempat," pungkasnya. 

Editor : Hernawati
#Gunung Sari Ulu #kampung receh #balikpapan