BALIKPAPAN – Refinery Unit (RU) V mengumpulkan para stakeholder yang berada di lingkungan operasi kilang minyak Balikpapan. Hal ini memberi pemahaman menjaga aset negara bersama.
General Manager RU V Balikpapan Arafat Bayu Nugroho mengatakan, kilang minyak Balikpapan bertanggungjawab menyiapkan suplai bahan bakar minyak (BBM) untuk bangsa.
“Saat ini masih menyumbang 25 persen dari total kebutuhan nasional dengan kapasitas 250 ribu barel per hari,” katanya. Tentu kapasitas terus bertambah pasca-proyek perluasan kilang rampung.
Targetnya kilang minyak Balikpapan bisa memproduksi hingga 360 ribu barel per hari. Sehingga menempatkan kilang Balikpapan menjadi kilang terbesar di Indonesia. “Tahun ini suasana penuh kondusivitas untuk operasional kilang,” ucapnya.
Pihaknya sudah menyelesaikan proyek di dalam kilang Balikpapan yang melibatkan 7 ribu pekerja. Sementara untuk eksekusi refinery development master plan (RDMP), sepanjang Februari hingga April telah menyumbang tenaga kerja sekitar 20 ribu.
“Total ada lebih dari 20 ribu pekerja yang pada saat itu terlibat,” sebutnya. Itu turut berdampak pada perputaran ekonomi Kota Beriman. Dia bersyukur, kegiatan ini tidak menimbulkan riak-riak signifikan berkat dukungan seluruh stakeholder.
Sebagai bentuk apresiasi kepada stakeholder dan warga ring I RU V, pihaknya menggelar Community Based Security Development. Kegiatan olahraga bersama sekaligus sosialisasi pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Berlokasi di Banua Patra, Jumat (13/12).
“Ini olahraga yang ke sekian kalinya kita lakukan sepanjang 2024. Mudah-mudahan ke depan kegiatan bisa lebih menarik lagi,” tutupnya. (gel)
Editor : Muhammad Ridhuan