KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Aktivitas malam tahun baru atau tepatnya 31 Desember menjadi perhatian Refinery Unit (RU) V Balikpapan. Mengingat keberadaan kilang minyak sebagai objek vital nasional.
Manager HSSE PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU V Binsar Butar Butar mengatakan, pihaknya akan melakukan rekayasa lalu lintas. Ini bekerja sama dengan Polresta Balikpapan untuk mengamankan area Jalan Minyak.
“Karena jalan tersebut langsung bersinggungan dengan area kilang. Di situ juga area pertangkian,” katanya. Adapun pengamanan dilakukan dengan menutup Jalan Minyak mulai 31 Desember pukul 18.00 Wita hingga dini hari 1 Januari.
“Kita akan tutup, dengan mengubah jalurnya, keluar dari Jalan Minyak agar pada akhir tahun tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan,” sebutnya. Binsar menjelaskan, ada potensi yang mungkin terjadi saat malam tahun baru.
Salah satunya ancaman gangguan yakni ada orang yang melempar sesuatu ke dalam area kilang. Kemudian antisipasi bahaya dari yang bermain kembang api. “Karena tidak terkontrol, area kembang apinya bisa menuju ke area pertangkian,” imbuhnya.
Dia menambahkan, akhir tahun banyak yang merayakan momen pergantian tahun dengan kembang api. Pihaknya berupaya mencegah dari bahaya permainan kembang api yang mengarah ke kilang minyak.
Jadi pusat perayaan kembang api tetap ada fasilitasi di luar. “Paling umum di Lapangan Merdeka yang masih akan dibuka untuk permainan kembang api,” tuturnya. Sehingga menghindari agar tidak ada yang main kembang api di area Jalan Minyak.
Pengawasan bekerja sama dengan kapolres, kapolsek, danramil, dan stakeholder terkait. “Kami akan sosialisasi menutup Jalan Minyak mulai dari depan pintu pelabuhan Pos 1 sampai ke bundaran Karang Anyar,” ujarnya.
Nanti ada pengalihan arus lalu lintas ke area lainnya. Dia meyakini ini tidak begitu berdampak. “Apalagi saat tahun baru ini tidak menjadi jalur utama, kami tutup selama 6-7 jam saja,” tandasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo